Selasa, 13 Januari 2026

Rekrutmen Tenaga Kerja Lokal di Morowali, Muslimin Dg Masiga: Perusahaan Harus Transparan

rekrutmen tenaga kerja lokal di morowali muslimin dg masiga perusahaan harus transparan
Anggota DPRD Kabupaten Morowali, Muslimin Dg Masiga soroti sistem rekrutmen tenaga kerja lokal perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Morowali. Foto: Dok

Morowali, Teraskabar.id – Anggota DPRD Kabupaten Morowali, Muslimin Dg Masiga, menyoroti sistem rekrutmen tenaga kerja lokal di Morowali. Anggota Fraksi Partai Demokrat tersebut menilai, perusahaan yang ada belum sepenuhnya terbuka dan adil bagi pencari kerja lokal.

Menurutnya, kejelasan proses penerimaan karyawan di kawasan industri sangat penting untuk memastikan kesempatan kerja yang merata dan menghindari persepsi negatif masyarakat terhadap perusahaan.

Dalam keterangan persnya, Ahad (2/11/2025), Muslimin menegaskan bahwa sistem perusahaan harus segera dibenahi agar sesuai dengan prinsip keadilan dan profesionalisme sehingga hadir transparansi rekrutmen tenaga kerja lokal.

“Kami mendorong perusahaan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme penerimaan tenaga kerja. Ini berlaku untuk semua perusahaan yang ada di Kabupaten Morowali. Jangan sampai ada kesan pilih kasih atau ketidakjelasan informasi yang bisa merugikan pencari kerja lokal,” ujar Muslimin.

Ia menambahkan bahwa keterbukaan informasi menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan publik. Semua perusahaan yang ada diharapkan menyediakan akses informasi lengkap mengenai tahapan seleksi, kriteria penilaian, serta hasil akhir penerimaan tenaga kerja.

“Dengan membuka jalur komunikasi dan pertanyaan bagi calon karyawan, perusahaan akan memperoleh kepercayaan publik dan mencegah praktik yang tidak transparan. Jangan sampai, ada calo-calo yang bermain dan memanfaatkan calon tenaga kerja,” jelasnya.

Selain itu, Muslimin meminta agar semua perusahaan memperkuat koordinasi dengan Pemkab Morowali dan instansi terkait. Menurutnya, sinergi antara perusahaan dan pemerintah daerah sangat penting untuk memastikan proses rekrutmen tenaga kerja lokal. Ia menekankan bahwa rekrutmen yang transparan akan menciptakan iklim ketenagakerjaan yang sehat serta memperkuat hubungan sosial antara industri dan masyarakat sekitar.

Anggota Komisi III ini menilai bahwa penerapan transparansi rekrutmen tenaga kerja lokal bukan hanya sekadar kewajiban moral, tetapi juga bagian dari strategi membangun reputasi perusahaan di mata publik.

  Letkol Inf Alzaki Pegang Sekop, Warga Desa Sakita Tersenyum

“Keterbukaan dalam rekrutmen adalah bentuk tanggung jawab sosial perusahaan. Dengan itu, perusahaan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat dan meningkatkan citra positif di tingkat nasional,” tegas Muslimin.

Sorotan terhadap pentingnya transparansi rekrutmen ini diharapkan menjadi momentum perbaikan sistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkeadilan. Dengan sistem rekrutmen yang jujur dan transparan, perusahaan tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga memperkuat kepercayaan sosial antara industri dan masyarakat. (Ghaff/Teraskabar).