Rektor UIN Datokarama Palu: Layanan Fast Track Tiga Embarkasi Permudah Jemaah Haji

Mataram, Teraskabar.id – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Prof. H. Lukman S. Thahir menyatakan bahwa penerapan pelayanan fast track di tiga embarkasi di Indonesia merupakan salah satu bukti upaya peningkatan kualitas pelayanan Kementerian Agama (Kemenag) untuk kemudahan jemaah haji  Indonesia.

“Saya mengistilahkan pelayanan fast track ini seperti jalan tol yang menjadi satu solusi atasi kemacetan dan mempercepat mobilisasi serta mempersingkat waktu tempuh,” kata Prof. Lukman, Sabtu (6/7/2024), di Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Baca jugaJemaah Haji yang Wafat 2 Orang, Sakit 43 Orang

Pernyataan Prof. Lukman Thahir merupakan tanggapan atas keberhasilan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang berhasil me-lobi otoritas Arab Saudi, untuk menerapkan pelayanan fast track di embarkasi sebagaimana dilakukan di Bandara Juanda Surabaya, dan Adi Soemarmo Surakarta pada tahun 2024 ini. Pelaksanaan serupa sebelumnya hanya ada di embarkasi Bandara Soekarno Hatta di Tangerang, Banten.

Fast track merupakan fasilitas pre clearance atau pemeriksaan dokumen jemaah haji oleh Keimigrasian Pemerintah Arab Saudi di Indonesia.  Fast track awalnya hanya dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta.

Layanan fast track dapat menghemat waktu jemaah setibanya di bandara tujuan, baik Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah maupun King Abdul Aziz International Airport (KAAIA) Jeddah. Sebab, proses pengecekan dokumen keimigrasian (pre departure clearance), seperti visa dan paspor, sudah dilakukan sejak di Bandara Soetta,  Bandara Juanda Surabaya, dan Bandara Adi Soemarmo Surakarta.

Baca jugaPemberangkatan Jemaah Haji Gelombang II Dimulai

“Kita tahu ya, bagaimana pelayanan jemaah haji khususnya pemeriksaan dokumen keimigrasian pada tahun – tahun sebelumnya di Jeddah dan Madinah, di mana Jemaah haji asal Indonesia harus antrian berjam – jam, sehingga mereka kelelahan dan kelaparan. Namun, sekarang dengan adanya layanan fast track di Bandara Soekarno Hatta, Bandara Jaunda Surabaya, dan Bandara Surakarta, maka Jemaah haji yang berangkat dari tiga embarkasi haji tersebut, setibanya di Jeddah atau di Madinah, tidak akan lagi diperiksa dokumen keimigrasiannya, sehingga mereka bisa langsung menuju tujuan,” ucap Profesor Lukman.

“Artinya dengan adanya penambahan pelayanan fast track di dua embarkasi yaitu di Surabaya dan Surakarta, masyarakat khususnya umat Islam yang terdaftar sebagai Jemaah haji sangat dimudahkan,” ujarnya.

Ia menilai, keberhasilan Gus Men Yaqut me-lobi otoritas Arab Saudi merupakan satu terobosan yang luar biasa, yang harus diapresiasi.

Baca jugaPemberangkatan Jemaah Haji Gelombang II Dimulai

“Karena ini merupakan wujud komitmen dan kepedulian, serta keberpihakan Menteri Agama Bapak Yaqut dalam memudahkan jemaah haji,” ungkapnya.

Profesor Lukman mengatakan bahwa meningkatkan kualitas pelayanan haji, merupakan satu prioritas Kementerian Agama. Oleh karena itu, menurut Profesor Lukman, tentu kedepan, Kemenag akan berupaya dan berjuang agar pelayanan fast track dapat diterapkan di Bandara Aceh untuk representatif Sumatera dan Makassar untuk representatif Sulawesi.

Hal ini akan terus diikutkan dengan ketersediaan sarana prasarana yang memadai, utamanya ketersediaan teknologi yang mendukung pelaynan fast track, serta ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.

“Oleh karena itu dibutuhkan sinergi dan kerja sama multi pihak, untuk bersama – sama bekerja sama dalam meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat Indonesia, khususnya Jemaah haji,” ungkap Profesor Lukman. (red/teraskabar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *