Acara yang diikuti oleh hampir 193 negara dan 6000 peserta ini, Wakil Wali Kota Palu dr Reny A Lamadjido, Sp, PK, M.Kes hadir pada tematik tentang belajar dari tuan rumah Indonesia sebagai ujung tombak dalam membangun ketangguhan daerah.
Sesion ini berisi pengalaman dan refleksi para pemimpin lokal dalam membangun ketangguhan bencana dan iklim. dr Reni A Lamadjido dipanel bersama Wali Kota Bontang Basri Rase, dan Gubernur Bali, Wayan Koster.
Baca juga : Mulai Kamis 10 Februari, SD Inpres 6 Lolu Palu Ditutup Selama 10 Hari karena Kasus Covid-19
Reny A Lamadjido membawakan materi tentang Preserving Disaster Memory to Build City Resilience (Learn Form Palu City). Berisi tentang strategi Kota Palu dalam pemulihan sosial ekonomi mulai dari bencana alam 2018 dan pamdemi COVID- 19, serta menjadikan memori tahun 2018 dan pandemi covid diintegrasikan kedalam kebijakan yang lebih strategis dan mengikat. Sekaligus berbagi pengalaman Kota Palu dalam memastikan bahwa masyarakat dan pelaku usaha tidak hanya tahu resiko bencana, tapi juga melakukan pengurangan resiko bencana alam maupun non alam.
Diakhir paparannya, dr. Reny Lamadjido, mengungkit filosofi lokal Suku Kaili dalam penanggulangan bencana, yaitu “Agina Moinga, Nemo Naonga. Artinya, lebih baik kita terus saling mengingatkan daripada akhirnya hanya akan tenggelam” ujarnya mengakhiri paparannya, yang disambut tepuk tangan meriah dari para audience yang hadir, termasuk Kepala BNPB, Mayjen Suharyanto. (teraskabar)







