Morowali, Teraskabar.id – Reses di Desa Panimbawang, Kecamatan Bungku Selatan, kembali menghadirkan ruang dialog langsung antara wakil rakyat dan masyarakat.
Anggota DPRD Kabupaten Morowali, H. Ahmad Hakim, S.H., menggelar kegiatan reses di Desa Pulau Panimbawang, Kecamatan Bungku Selatan, pada Senin (23/12/2025).
Kegiatan tersebut berlangsung terbuka dan partisipatif, sehingga warga menyampaikan berbagai persoalan krusial secara langsung. Kepala Desa Panimbawang, Dahlan Akib membuka kegiatan dengan sambutan penuh antusias.
Ia menyambut kehadiran Ahmad Hakim sebagai momentum penting bagi masyarakat desa. Ia menyampaikan rasa gembira karena warga akhirnya bisa menyampaikan kebutuhan mereka tanpa perantara. Oleh karena itu, ia berharap reses tersebut membawa solusi nyata.
Ia menegaskan bahwa keterbatasan listrik menjadi persoalan utama desa. Hingga kini, masyarakat belum menikmati jaringan listrik yang memadai. Pemerintah desa dan BPD terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan kecamatan.
Namun, upaya tersebut belum menghasilkan keputusan konkret. Selain itu, pemerintah desa juga menyoroti kebutuhan air bersih sebagai kebutuhan dasar yang sangat mendesak.
Reses di Desa Panimbawang: Ahmad Hakim Tegaskan Komitmen Perjuangan Aspirasi
Ahmad Hakim langsung merespons persoalan yang disampaikan warga. Ia menyatakan akan memanggil kepala dinas terkait setelah kegiatan reses selesai. Ia menegaskan bahwa persoalan listrik masuk dalam lingkup Komisi III DPRD. Oleh sebab itu, ia memastikan akan mempertanyakan alasan keterlambatan penyaluran listrik di desa tersebut.
Dalam Reses di Desa Panimbawang, Ahmad Hakim meminta masyarakat mengusulkan seluruh kebutuhan secara resmi. Ia mendorong warga untuk menyampaikan persoalan tanpa ragu. Menurutnya, anggaran pembangunan berasal dari pajak rakyat. Karena itu, masyarakat berhak menentukan arah pembangunan.
Ia juga menegaskan sikap independennya. Ia menyatakan tidak memiliki kepentingan proyek dan tidak bermain dengan dinas. Ia menekankan bahwa amanah rakyat menjadi prioritas utamanya. Pernyataan tersebut mendapat respons positif dan tepuk tangan dari warga yang hadir.
Warga Ajukan Infrastruktur, Air Bersih, dan Sarana Ibadah
Memasuki sesi tanya jawab, warga menyampaikan aspirasi secara bergantian. Sejumlah warga meminta pembangunan jembatan kayu sepanjang 100 meter karena jembatan lama sudah tidak layak dilintasi. Warga juga kembali menegaskan kebutuhan jaringan air bersih untuk seluruh rumah tangga.
Warga bernama Ashar mengusulkan penambahan panjang jembatan hingga 200 meter. Ia juga mengajukan permohonan pembangunan masjid baru. Sementara itu, Saleh menekankan bahwa air bersih menjadi kebutuhan paling prioritas dan mendesak bagi masyarakat desa.
Selain itu, Saleh meminta penimbunan dan pembangunan pagar SDN Panimbawang. Ia menilai kondisi sekolah sangat memprihatinkan dan berpotensi membahayakan anak-anak. Ia juga mengusulkan pembangunan jalan lingkar desa agar mobilitas warga semakin lancar.
Usulan Diminta Masuk Proposal Resmi
Ahmad Hakim menanggapi seluruh usulan secara sistematis. Ia meminta setiap usulan dibuat dalam bentuk proposal lengkap dengan foto dan tanda tangan kepala desa. Ia menjelaskan bahwa proposal tersebut menjadi dasar pengajuan ke pemerintah daerah.
Dalam Reses di Desa Panimbawang, Ahmad Hakim juga menyampaikan adanya anggaran rehabilitasi masjid sebesar Rp200 miliar dari pemerintah daerah. Ia menjelaskan bahwa program tersebut menjadi bagian dari visi dan misi Bupati Morowali. Ia menegaskan bahwa masyarakat setempat akan mengerjakan proyek tersebut.
Ia juga membuka peluang pengusulan jembatan pada anggaran perubahan karena jembatan tersebut melayani kepentingan umum. Untuk sekolah dan jalan desa, ia memastikan pengajuan akan diarahkan ke Dinas Pendidikan dan Dinas Pekerjaan Umum.
Melalui Reses di Desa Panimbawang, Ahmad Hakim menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan seluruh aspirasi masyarakat secara bertahap dan terukur. (Ghaff/Teraskabar).






