Pasar ini awalnya menjadi primadona para pedagang untuk bisa berjualan di pasar berkonsep modern itu. Sebab, di pasar ini juga disiapkan lahan tersendiri bagi para pedagang kuliner.
Di pasar ini, juga disiapkan fasiltas bagi kawula muda untuk menyalurkan bakat seninya. Kegiatan ini juga menjadi harapan pengolala pasar untuk memantik jumlah pengunjung ke pasar modern Bambaru.
Namun, pasar modern yang biasanya tutup pada pukul 21.00 Wita tersebut, kini sepi pengunjung sehingga para pedagang mengeluh tak ada pembeli.
Baca juga : Bayar Rp250 Ribu Bebas Biaya Parkir Setahun di Kota Palu
Pasar Talise dibangun pada 2015 dan terletak di Kelurahan Talise Valangguni, Kota Palu. Pasar yang dulunya dibangun sebagai alternatif tempat berjualan bagi para pedagang di sekitar Jalan Tombolotutu, sejak awal penggunaannya sudah sepi pedagang.
Kini, pasar tersebut sudah kosong melompong, tak ada lagi para pedagang yang menempati kios dan lapak pasar tersebut.
Pasar Lasoani terletak di Kelurahan Lasoani, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu. Aktivitas perdagangan di pasar ini hanya berlangsung dua kali sepekan, yaitu Rabu dan Sabtu dimulai pukul 06.00 Wita hingga pukul 14.00 Wita.
Lokasi pasar mingguan ini awalnya di depan kantor Lurah Tanamodindi di Jalan Veteran. Seiring perjalanan waktu, pasar ini mulai ramai dikunjungi sehingga lokasi pasar dianggap sempit. Akhirnya, lokasi pasar dipindahkan ke Lasoani setelah Ranggo Garontina, salah seorang warga di Lasoani mewakafkan tanahnya untuk dijadikan pasar.







