Parimo, Teraskabar.id – Ribuan Lalampa dibagikan gratis kepada setiap pengunjung atau pengguna jalan yang melintas di jalur trans Toboli, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng).
Pembagian makanan khas Toboli yang sudah dikenal hingga di luar Provinsi Sulteng itu dilaksanakan pada perayaan Hari Raya Lalampa ke – 4 , Ahad (17/7/2022).
Baca juga : Unismuh Palu Gelar Salat Idul Adha, Lokasi Pelaksanaan Disesaki Jemaah
Kegiatan ini juga dihadiri mantan Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola. Dalam kesempatan itu, ia mengatakan setelah menjabat sebagai Bupati Parigi Moutong dua periode, kemudian Gubernur Sulteng juga dua periode dan kini sudah pensiun.
“Jadi, setelah pensiun dari Gubernur Sulteng, sekarang memang aktifitas tinggal urus partai, usaha, olahrga dan lainnya,” ujar Longki.
Baca juga : Salat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Digelar Polda Sulteng Besok
Kehadirannya pada perayaan hari raya lalampa kata dia, untuk mensuport kegiatan tersebut. Selain itu, ia juga mengapreasi kepada Pemerintah Kecamatan Parigi Utara, panita pelaksana beserta seluruh masyarakat yang terlibat langsung dalam perayaan hari raya lalampa tersebut.
“Bangga saya, karena ini adalah makanan khas yang biasanya digunakan para traveling dan para pelaku perjalanan,” ungkapnya.
Menurutnya, Lalampa Toboli sangat dikenal oleh masyarakat yang melintas di jalur Toboli. Bahkan, digemari para tamu dari Jakarta.
Baca juga : Terduga Pelaku Pencurian Handphone di Gorontalo Ditangkap di Parimo, Sulawesi Tengah
“Saat saya masih Gubernur, banyak menteri pejabat yang minta lalampa Toboli. Artinya, lalampa ini sudah dikenal,” ujarnya.
Olehnya, ia berpesan kepada Pemerintah Daerah Parigi Moutong, pengelola usaha lalampa untuk tetap menjaga mutu daripada lalampa tersebut.
“Saya hanya bisa berpesan, khusus kepada pemerinta daerah setempat dan para pengelola usaha lalampa tolong dijaga dan jangan sampai dirusak mutunya lalampa ini,” ujarnya.
Baca juga : Empat Remaja di Banggai Melempari Mobil yang Melintas di Jalan Trans
Sebab, sekali rusak mutunya bisa dipastikan usaha lalampa juga akan hancur.
“Andalannya Toboli ini kan, cuma lalampa. Makanya, dijaga kualitas, higienisnya, cita rasanya, dan Insya Allah kalau itu terjaga lalampa Toboli tetap dikenal dan menjadi penarik masyarakat untuk singgah di Toboli,” ujarnya.(teraskabar)






