Donggala, Teraskabar.id – Banjir tidak hanya merendam rumah warga, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 9 Banawa, Kabupaten Donggala, juga ikut menjadi sasaran amukan banjir pada Selasa (2/4/2025).
Pada Rabu (3/4/2025), Bupati Donggala Vera Larunikembali ke lokasi yang terdampak banjir untuk meninjau kondisi terkini pasca banjir.
Tidak hanya RS. Kabelota, salah satu ruang kelas belajar (RKB) SDN 9 Banawa yang rusak akibat diterjang banjir juga mendapat perhatian serius dari Bupati Donggala.
Sore tadi, saat meninjau beberapa lokasi terdampak, Bupati Donggala sudah menginstruksikan ke Dikjar Kabupaten, PU dan BPBD agar segera melakukan penanganan lebih cepat.
“Sudah saya perintahkan Dikjar dan beberapa OPD terkait untuk melakukan penanganan terhadap SDN 9 Banawa,” ucap Vera Laruni.
“Saya sudah cek, banyak saluran air kita yang bermasalah. Debit air yang tinggi, sementara kondisi saluran air kita kecil,” tambah Vera Laruni.
Makanya, Bupati Donggala akui sudah memerintahkan untuk melakukan normalisasi sungai terlebih dahulu dalam waktu dekat, sebagai solusi jangka pendek.
“Kalau SDN 9, saya sudah perintahkan Kadis Dikjar untuk segera melakukan penanganan cepat,” tegas Vera Laruni.
Rencana penanganan keseluruhan lanjutnya, setelah libur Lebaran Idulfitri 1446 Hijriah selesai. “Kita akan mulai semua perbaikan setelah selesai libur lebaran,” ujar Vera Laruni.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah fasilitas belajar mengajar di SDN 9 Banawa, Kabupaten Donggala rusak akibat di terjang banjir, pada Selasa siang (1/4/2025). Padahal sekolah tersebut baru saja selesai direhab.
Beberapa fasilitas yang rusak diantaranya pintu, jendela, papan tulis, meja, dan kursi. Bahkan dinding salah satu ruang kelas jebol diameter sekitar 10 meter.
“Dua ruang kelas hancur dan dipenuhi lumpur akibat air deras yang mengalir dari gunung belakang sekolah,” kata warga sekitar, Iwan, Rabu (2/4/2025).
Iwan mengatakan, banjir kali ini tidak hanya membawa air, tetapi juga lumpur. Lumpur tersebut berasal dari lereng gunung Lapaloang yang ada persis di belakang sekolah.
“Banjir kali ini bercampur dengan lumpur. Harus meminta bantuan dari BPBD atau relawan untuk membersihkannya. Lumpur ini cukup tebal,” ujarnya.
Iwan berharap SDN 9 Banawa mendapat perhatian serius dari pemerintah untuk mengatasi masalah banjir yang sudah menjadi langganan dan mengganggu proses belajar mengajar. (jalu/teraskabar)







