Palu, Teraskabar.id– Rokok filter ternyata memiliki andil besar terhadap kenaikan angka kemiskinan di Sulawesi Tengah (Sulteng). Komoditi ini menempati urutan kedua di bawah beras.
Berdasarkan laporan BPS Provinsi Sulawesi Tengah, rokok kretek filter memberikan sumbangan terbesar kedua terhadap meningkatnya Garis Kemiskinan, yakni sebesar 17,07 persen di perkotaan dan 17,22 persen di perdesaan.
“Garis Kemiskinan di Sulteng pada periode Maret 2022 sebesar Rp530. 251 per kapita per bulan, mengalami peningkatan 4,87 persen dibanding 6 bulan sebelumnya yaitu periode September 2021 sebesar Rp505. 608 per kapita per bulan,” kata Ketua Tim Statistik Ketahanan Sosial BPS Sulteng, Ir. Jefrie Wahido M.Si pada rilis BPS Sulteng secara virtual, Senin (18/7/2022).
Baca juga : Penduduk Miskin di Sulteng Bertambah Ribuan Jiwa
Urutan teratas di kelompok makanan yang berkontribusi meningkatnya Garis Kemiskinan adalah beras, memberi sumbangan sebesar 20,02 persen di perkotaan dan 23,90 persen di perdesaan.
Di kelompok komoditi makanan lain yang berkontribusi besar terhadap Garis Kemiskinan adalah ikan tongkol/tuna/cakalang, telur ayam ras, dan mie instan.
Baca juga : Gubernur Sulteng Akui Sangat Banyak Masyarakat Miskin di Donggala
Sedangkan di kelompok komoditi bukan makanan yang memberikan sumbangan terbesar baik pada Garis Kemiskinan perkotaan dan perdesaan adalah perumahan yaitu sebesar 11,43 persen di perkotaan, dan 9,17 persen di perdesaan. Diikuti bensin dan listrik.







