Minggu, 15 Maret 2026
Home, News  

Rumah Sakit di Kota Palu Alami Lonjakan Pasien

Rumah Sakit di Kota Palu Alami Lonjakan Pasien
Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, SE didampingi sejumlah pejabat terkait, menggelar rapat bersama pihak RSUD Anutapura Palu pada Jumat (19/09/2025). Foto: Kominfo

Palu, Teraskabar.id– Sejumlah semua rumah sakit di Kota Palu, Sulawesi Tengah, mengalami lonjakan pasien tiga pekan terakhir ini. Kondisi ini membutuhkan pentingnya kesiapsiagaan bersama menghadapi situasi yang tergolong darurat kesehatan ini.

“Kita tahu tiga minggu terakhir mengalami lonjakan yang cukup besar, hampir semua rumah sakit di Palu menerima pasien dalam jumlah tinggi. Karena itu, kontingensi harus terbangun bersama, bukan hanya tanggungan rumah sakit, tapi tanggung jawab kita semua,” kata Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, SE didampingi sejumlah pejabat terkait, saat menggelar rapat bersama pihak RSUD Anutapura Palu pada Jumat (19/09/2025).

Wali kota juga menyoroti sejumlah catatan yang muncul, termasuk keluhan masyarakat yang sempat viral di media terkait lambatnya penanganan pasien.

Wali kota menekankan bahwa langkah kontingensi merupakan bagian dari Standar Operasional Prosedur (SOP) yang harus dijalankan dengan baik agar manajemen pelayanan kesehatan tetap terkendali.

“Rumah sakit tidak berdiri sendiri. Urusan kesehatan di Kota Palu menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan bersama rumah sakit, baik negeri maupun swasta. Kita merupakan satu kesatuan sistem yang tidak bisa dipisahkan. Semua harus terhubung agar masyarakat terlayani dengan baik,” tegas Wali Kota Hadianto.

Dalam rapat tersebut, wali kota juga mendengarkan langsung tanggapan dari sejumlah dokter di RSUD Anutapura.

Wali Kota Hadianto juga memberikan apresiasi atas dedikasi tenaga medis di RSUD Anutapura yang terus berupaya memberikan pelayanan terbaik.

“Saya yakin RSUD Anutapura sudah bekerja dengan sangat baik. Rumah sakit ini adalah salah satu yang terbaik di Sulawesi Tengah. Konsekuensinya, pasien semakin banyak datang, dan itu harus kita hadapi bersama,” ucap wali kota.

Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan rapat terbatas antara pihak RSUD Anutapura, Kepala BPKAD, serta Kepala Bappeda Kota Palu untuk membahas langkah teknis lanjutan dalam mengantisipasi lonjakan pasien ke depan.

  Warga Kota Palu Tumpah Ruah di BERANI Drag, UMKM Ketiban Rezeki

Lonjakan pasien rumah sakit sempat terpantau media ini pada Senin (15/9/2025). Salah seorang awak media ini terkena gejala DBD berdasarkan hasil diagnose dokter di Puskesmas Birobuli dan dirujuk untuk menjalani rawat inap.

Rumah Sakit Dr. Sindhu alias Rumkit menjadi pilihan pertama karena pertimbangan lokasi jarak yang dekat dengan domisili pasien. Ternyata bagian administrasi menginformasikan jika rumah sakit yang terletak di Jalan Sisingamangaraja ini sudah penuh pasien.

Keluarga pasien kemudian mengarahkan pilihan menuju Rumah Sakit Samaritan. Hal yang sama juga terjadi di rumah sakit yang terletak di Jalan Touwa, Kota Palu. Bahkan, saat mencoba mengkonfirmasi di bagian administrasi RS Samaritan, di waktu yang sama sudah tujuh pasien menanti layanan kamar kosong.

Media ini lantas menghubungi Dirut RSUD Undata, drg. Herry, M.M., sekiranya masih terdapat kamar kosong di rumah sakit yang dipimpinnya.

“Mohon maaf sekali, di sini di IGD saja sampai (pasien) di kursi untuk penanganan medis,” jawab Dirut RSUD Undata melalui pesan whatsApp, Senin (15/9/2025).

Beruntung, saat keluarga pasien mencoba mengkonfirmasi bagian administrasi RS Budi Agung, masih terdapat satu kamar kosong. Itupun keluarga calon pasien diminta bersabar dirawat di IGD sembari menanti pasien yang berencana segera keluar beberapa jam kemudian, berdasarkan rekomendasi dokter yang menanganinya. (red/teraskabar)