Palu, Teraskabar.id – Kegiatan akselarasi akreditasi jurnal ilmiah di UIN Datokarama Palu, berlangsung pada Selasa- Rabu (29 – 30 /9/2026). Kegiatan menghadirkan 36 pengelola jurnal di UIN Datokarama Palu yang telah memiliki 6 jurnal terakredasi Sinta 2.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UIN Datokarama Palu, Dr. Sahran Raden, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Akselerasi Akreditasi Jurnal Menuju Indeksasi Scopus merupakan momentum penting untuk memperkuat budaya akademik dan meningkatkan reputasi institusi.
Ia menjelaskan bahwa jurnal ilmiah bukan sekadar tempat untuk mempublikasikan hasil penelitian, melainkan bagian penting dari ekosistem pengetahuan perguruan tinggi. Kualitas jurnal, kata dia, mencerminkan kualitas penelitian, penulis, reviewer, editor, serta sistem tata kelola yang diterapkan.
“Target kita bukan sekadar jurnal terakreditasi, tetapi jurnal yang berkualitas dan memiliki daya saing internasional,” tegas Ketua LPPM.
Untuk mencapai target tersebut, LPPM mendorong penguatan tata kelola jurnal secara profesional, transparan, konsisten, dan berbasis standar ilmiah. Selain itu, kualitas artikel juga harus ditingkatkan melalui penguatan metodologi, kebaruan penelitian, kualitas referensi, serta kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.
Ketua LPPM juga menekankan pentingnya internasionalisasi jurnal melalui peningkatan kualitas bahasa akademik, abstrak, metadata, referensi, serta perluasan jejaring penulis, reviewer, dan editor dari berbagai negara.
Menurutnya, jurnal yang ingin menuju indeksasi Scopus harus mampu membuka diri terhadap komunitas akademik internasional.
Aspek lain yang menjadi perhatian adalah konsistensi penerbitan dan integritas akademik. Jurnal harus diterbitkan tepat waktu dan dikelola secara berkelanjutan. Pada saat yang sama, seluruh proses publikasi harus menjunjung tinggi etika akademik serta menolak plagiarisme, fabrikasi data, falsifikasi, konflik kepentingan, manipulasi sitasi, dan berbagai bentuk pelanggaran etika publikasi.
Ketua LPPM menegaskan bahwa penguatan jurnal merupakan bagian integral dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang penelitian dan publikasi ilmiah. Karena itu, pengembangan jurnal harus melibatkan seluruh unsur akademik, mulai dari peneliti, dosen, mahasiswa, pengelola jurnal, reviewer, fakultas, program studi, hingga institusi.
Ia mengajak seluruh pengelola jurnal di lingkungan UIN Datokarama Palu menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum akselerasi, konsolidasi, dan transformasi jurnal ilmiah. Setiap jurnal diharapkan memiliki roadmap yang jelas, termasuk target peningkatan akreditasi, strategi menuju jurnal internasional bereputasi, indikator kinerja, pembagian tanggung jawab, serta dukungan kelembagaan yang diperlukan.
Menurutnya, UIN Datokarama Palu memiliki potensi akademik yang besar, khususnya dalam bidang kajian keislaman, hukum Islam, pendidikan, ekonomi syariah, sosial, politik, hukum, moderasi beragama, serta berbagai isu strategis masyarakat Muslim. Potensi tersebut perlu dikembangkan menjadi kekuatan produksi pengetahuan yang relevan bagi kebutuhan nasional dan global.
“Kita perlu mengubah orientasi dari sekadar mengejar publikasi menjadi membangun reputasi, dari mengejar akreditasi menjadi membangun kualitas, serta dari jurnal institusional menuju jurnal bereputasi,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Ketua LPPM menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengelola jurnal, editor, reviewer, dosen, peneliti, dan pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam membangun tradisi publikasi ilmiah di UIN Datokarama Palu.
Ia berharap kegiatan tersebut menghasilkan program tindak lanjut yang konkret, meliputi peta jalan, target, indikator, pembagian tugas, pendampingan, dan evaluasi berkala. Akselerasi menuju indeksasi Scopus diharapkan menjadi gerakan bersama yang didukung oleh seluruh unsur kelembagaan.
Dengan kolaborasi, konsistensi, integritas, dan dukungan institusi, UIN Datokarama Palu optimistis mampu meningkatkan kualitas jurnal serta memperkuat posisi dan reputasinya dalam ekosistem akademik nasional maupun internasional. (red)






