Senin, 12 Januari 2026
News  

Sekdaprov Sulteng Minta KP3 Awasi Pupuk dan Pestisida Abal-Abal di Pasaran

Sekdaprov Sulteng Minta KP3 Awasi Pupuk dan Pestisida Abal-Abal di Pasaran
Sekdaprov mewakili Gubernur Rusdi Mastura pada Rakor KP3 Tingkat Provinsi Sulteng di ruang Polibu, Selasa (21/11/2023). Foto: Biro Adpim Setdaprov

Palu, Teraskabar.id – Jumlah pupuk yang terdaftar di Kementerian Pertanian pada saat ini sudah mencapai 4009 merek dan pestisida sebanyak 4812 merek.

Hal ini kata Sekdaprov Sulawesi Tengah (Sulteng) Dra. Novalina, M.M selaku Ketua Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Provinsi Sulteng mesti menjadi kosentrasi KP3 untuk mengawasi supaya jangan ada pupuk dan pestisida abal-abal di pasaran.

Baca jugaTerapkan Program SRI Organik, Panen Binaan PT Vale di Desa Lamedai Melimpah

“Tolong dipastikan juga bagaimana penggunaannya sehingga tidak mengganggu kesehatan pemakai maupun menimbulkan kerusakan lingkungan,” ujar Sekdaprov mewakili Gubernur Rusdi Mastura pada Rakor KP3 Tingkat Provinsi Sulteng di ruang Polibu, Selasa (21/11/2023).

Rakor dihadiri Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Sulteng Nelson Metubun, SP, perwakilan PT Pupuk Indonesia, jajaran KP3 provinsi dan kabupaten kota serta stakeholder terkait.

Tugas tadi tambah Sekdaprov Novalina,  relevan dengan urgensi 6 tepat yakni tepat mutu, jumlah, jenis, harga, waktu dan tempat.

Baca jugaAgree Dukung Digitalisasi Pertanian PMO Kopi Nusantara BUMN

Begitupula dalam sambutan gubernur yang dibacakan Sekdaprov Novalina, meminta jajaran KP3 kabupaten kota lebih meningkatkan sosialisasi tentang penyaluran pupuk bersubsidi guna mencegah penyalahgunaan di tingkat masyarakat dan pengecer.

“Kita ngga boleh main-main karena ada ancaman pidananya,” tegas sekdaprov memperingatkan hukuman yang menunggu para pelanggar.

Dengan rakor ini, sekdaprov berharap semoga dihasilkan luaran yang rekomendatif untuk memperbaiki penyaluran pupuk bersubsidi sebagai instrumen penting memajukan pertanian.

Baca jugaPastikan Ketersediaan dan Harga Minyak Goreng Terjaga, Polri Awasi 17 Ribu Pasar

“Karena kita meyakini betul bahwa sektor tanaman pangan dan hortikultura menjadi penyumbang ekonomi dan pembuka lapangan kerja,” sebutnya bahwa sektor TPH menjadi jantung pembangunan Sulteng. (teraskabar)