Morowali, Teraskabar.id– Selamatkan nasib honorer Morowali menjadi pesan utama yang disampaikan Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat memimpin apel gabungan ASN di halaman Kantor Bupati Morowali, Senin (19/1/2025).
Melalui pernyataan tegas, Iksan menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan kerja tenaga honorer di tengah dinamika regulasi yang berkembang.
Apel gabungan tersebut berlangsung di Kompleks Perkantoran Fonuasingko, Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah. Dalam suasana tertib dan penuh perhatian, Bupati Morowali menyampaikan sikap resmi pemerintah daerah terkait polemik tenaga honorer yang sempat dirumahkan.
Iksan langsung meminta seluruh perangkat daerah untuk memanggil kembali honorer yang telah dirumahkan. Ia menilai langkah merumahkan honorer tidak sejalan dengan prinsip kemanusiaan dan rasa keadilan sosial.
Selain itu, Iksan menegaskan bahwa Morowali dikenal sebagai daerah dengan sumber daya melimpah. Oleh karena itu, pemerintah daerah harus hadir melindungi warganya, termasuk tenaga honorer yang telah lama mengabdi.
Menurut Iksan, tenaga honorer memegang peran penting dalam menjaga kualitas pelayanan publik. Mereka membantu roda pemerintahan berjalan efektif hingga ke tingkat pelayanan dasar.
Ia menambahkan bahwa setiap kebijakan harus mempertimbangkan dampak sosial secara menyeluruh. Pemerintah daerah, menurutnya, tidak boleh mengambil keputusan yang berpotensi menambah beban sosial masyarakat.
Iksan juga memastikan bahwa pada Januari ini tidak boleh ada honorer yang kehilangan pekerjaan. Ia menyampaikan hal tersebut secara terbuka agar seluruh honorer merasa aman dan dihargai.
Walaupun regulasi nasional mengatur penataan tenaga honorer, Iksan menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap memiliki ruang kebijakan untuk bersikap manusiawi. Sikap tersebut, menurutnya, harus berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap hukum.
Apresiasi Ketua DPD PAN Morowali Kepada Bupati yang Selamatkan Nasib Honorer Morowali
Ketua DPD Partai Amanat Nasional Kabupaten Morowali, Asfar, menyampaikan apresiasi atas sikap tegas Bupati Morowali. Ia menilai langkah tersebut mencerminkan kepemimpinan yang berpihak pada rakyat kecil.
Asfar menyebut kebijakan tersebut sebagai langkah nyata untuk selamatkan nasib honorer Morowali. Ia menilai keberanian kepala daerah sangat dibutuhkan dalam situasi penuh tekanan regulasi.
Selain itu, Asfar menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan yang memberi kepastian kerja bagi tenaga honorer. Ia menilai stabilitas sosial sangat bergantung pada keberlangsungan penghasilan masyarakat.
Menurut Asfar, tenaga honorer telah memberikan kontribusi besar dalam pelayanan publik. Oleh karena itu, pemerintah daerah wajib menjaga hak dan martabat mereka.
Ia juga menilai kebijakan tersebut mampu menjaga semangat kerja honorer. Dengan rasa aman, honorer dapat terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Lebih lanjut, Asfar menegaskan bahwa kebijakan ini mencerminkan tanggung jawab moral pemerintah daerah. Sikap tersebut, menurutnya, patut menjadi contoh bagi daerah lain.
Melalui langkah ini, pemerintah daerah kembali menegaskan komitmen untuk selamatkan nasib honorer Morowali secara berkelanjutan. Kebijakan tersebut diharapkan menciptakan keadilan sosial dan pelayanan publik yang lebih optimal.
Pada akhirnya, langkah tegas Bupati Morowali menunjukkan bahwa kepemimpinan daerah mampu hadir di saat masyarakat membutuhkan. Selamatkan nasib honorer Morowali kini menjadi simbol keberpihakan pemerintah kepada pengabdian dan kemanusiaan. (Ghaff/Teraskabar).







