Rabu, 1 Juli 2026

Sensus Ekonomi 2026 di Morowali: Petakan Pergeseran Usaha ke Ranah Digital

sensus ekonomi 2026 di morowali petakan pergeseran usaha ke ranah digital
Dua petugas Sensus Ekonomi diapit oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Morowali, Yusman Mahbub dan Kepala BPS Morowali, Gladius Alfonsus. Foto: IKP.

Morowali, Teraskabar.id – Pencanangan pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Morowali resmi dilakukan pada Senin (29/6/2026).

Pemerintah Kabupaten Morowali bersama Badan Pusat Statistik (BPS) menjadikan pendataan tersebut sebagai pijakan untuk memetakan perubahan aktivitas usaha masyarakat yang kini semakin bergerak ke ranah digital.

Selain itu, pemerintah berharap hasil sensus mampu menghasilkan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Sekretaris Daerah Morowali, Drs. Yusman Mahbub, M.Si., membuka pencanangan pendataan mewakili Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf.

Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Bupati Morowali, mengusung tema “Mencatat Ekonomi Indonesia”.

Pendataan Ikuti Perubahan Pola Ekonomi

Yusman Mahbub menegaskan, data sensus memiliki manfaat yang sangat nyata bagi pembangunan daerah.

Menurutnya, pemerintah memerlukan data yang lengkap. Karena itu, pemerintah ingin memetakan seluruh potensi ekonomi secara utuh.

Selanjutnya, pemerintah dapat menyusun kebijakan sektoral secara lebih akurat. Ia menjelaskan bahwa pola ekonomi masyarakat berubah sangat cepat.

Kini, banyak pelaku usaha memanfaatkan teknologi digital. Masyarakat juga menjalankan bisnis dari rumah.

Selain itu, mereka memasarkan produk melalui e-commerce, media sosial, dan berbagai layanan digital lainnya.

Oleh sebab itu, Sensus Ekonomi 2026 di Morowali menerapkan metode pendataan dari rumah ke rumah.

Metode tersebut berbeda dibandingkan sensus sebelumnya. Sebelumnya, petugas lebih banyak mendata toko, pabrik, maupun kantor.

Meski demikian, Yusman menegaskan bahwa pendataan tidak berkaitan dengan penarikan pajak.

Pemerintah hanya ingin memperoleh gambaran utuh mengenai perubahan struktur ekonomi masyarakat.

“Nantinya akan diperoleh gambaran nyata sejauh mana potensi digital ini bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat, sehingga pemerintah memiliki landasan data yang valid dalam merancang arah kebijakan pembangunan ekonomi daerah yang relevan dengan perkembangan zaman,” jelasnya.

Pemkab Ajak Semua Pihak Mendukung Pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Morowali

Yusman kembali menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Morowali terhadap pelaksanaan sensus tersebut.

  Kepala DKP Sulteng Harap Sinkronisasi Program Kelautan dan Perikanan Peroleh Dukungan KKP

Menurutnya, pembangunan tidak boleh bertumpu pada perkiraan. Sebaliknya, pembangunan harus berlandaskan data yang akurat.

Dengan demikian, pemerintah mampu menyelaraskan pertumbuhan industri dengan penguatan ekonomi masyarakat desa.

Selanjutnya, ia meminta seluruh perangkat daerah ikut menyukseskan pendataan. Ia juga mengajak camat, kepala desa, dan lurah memberikan dukungan penuh. Selain itu, masyarakat diharapkan menerima petugas sensus dengan terbuka.

“Saya menginstruksikan kepada seluruh jajaran OPD, para camat, kepala desa dan lurah, mari kawal dan bantu jalannya pendataan ini, sosialisasikan secara masif ke masyarakat agar dapat menyambut baik petugas sensus dengan tangan terbuka, tidak boleh ada ego sektoral, karena semua lini harus bergerak bersama mensukseskan program nasional yang tengah berjalan ini,” harapnya.

Sensus Ekonomi 2026 di Morowali: BPS Kerahkan 164 Petugas Lapangan

Sementara itu, Kepala BPS Morowali, Gladius Alfonsus, menjelaskan bahwa lembaganya mengerahkan 164 petugas.

Jumlah tersebut terdiri atas 142 petugas lapangan. Kemudian, BPS menugaskan 22 supervisor.

Selanjutnya, para petugas akan mendata sekitar 48.038 unit pada sektor ekonomi, sosial, keluarga, dan UMKM. Selain itu, petugas juga akan mendata sekitar 163 pengusaha besar termasuk perusahaan.

Menurut Gladius, ruang lingkup pendataan jauh lebih luas dibandingkan sensus sebelumnya. Petugas tidak hanya mendata aktivitas ekonomi konvensional.

Sebaliknya, mereka juga mendata sektor pertanian, aspek sosial, hingga keberadaan tenaga kerja asing.

“Sensus Ekonomi tahun ini menyasar seluruh sektor ekonomi masyarakat termasuk pertanian, aspek sosial serta mendata Tenaga Kerja Asing yang ada di suatu daerah,” jelasnya.

Melalui Sensus Ekonomi 2026 di Morowali, pemerintah berharap memperoleh data yang lebih akurat mengenai kondisi ekonomi terkini.

Selanjutnya, hasil pendataan akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan. Di sisi lain, pemerintah juga dapat mengukur perkembangan ekonomi digital secara lebih komprehensif.

  Komandan Tim BKO Brimob Polda Riau Ditemukan Tewas saat Kejar Sisa DPO Teroris Poso

Akhirnya, data tersebut diharapkan mampu memperkuat arah pembangunan Morowali agar tetap sejalan dengan dinamika ekonomi nasional dan kebutuhan masyarakat di masa depan. (G)