Palu, Teraskabar.id – Kepala Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi Tengah (KOJK Sulteng) Bonny Hardi Putra menilai kondisi Industri Jasa Keuangan(IJK) di wilayah Sulawesi Tengah per 30 September 2025, sebagian besar indikator perbankan mengalami pertumbuhan positif secara year-on-year (yoy) yaitu aset perbankan tercatat sebesar Rp79,9 triliun atau tumbuh 5,65 persen (yoy Sep’25), dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga sebesar Rp38,6 triliun atau tumbuh 4,72 persen (yoy Sep’25). Kinerja intermediasi perbankan terjaga pada level yang tinggi dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) 184,48 persen dan tingkat rasio kredit bermasalah terkendali dengan non-performing loan 1,62 persen.
“Pada periode ini, penyaluran kredit mengalami penurunan secara year on year dari Rp59,02 Triliun pada September 2024 menjadi Rp58,64 Triliun pada September 2025 atau turun 0,64 persen,” kata Kepala OJK Sulteng Bonny Hardi Putra pada Media Gathering 2025, Senin (8/12/2025), di Torau Resort, Kabupaten Poso. Kegiatan yang dirangkaikan Jurnalist Update TW IV, diikuti puluhan wartawan mitra OJK Sulteng ini berlangsung Ahad – Rabu (7- 9/12/2025).
Menurut Kepala OJK Sulteng, kondisi yang sama juga terjadi pada penyaluran kredit kepada UMKM. OJK Sulteng mencatat terjadi penurunan sebesar 0,40 persen secara year on year dari Rp17,46 Triliun pada September 2024 menjadi Rp17,39 Triliun pada periode yang sama pada 2025. Share penyaluran kredit UMKM sebesar 30,92 persen dari total kredit perbankan pada September 2025.
Secara bulanan (m to m), total penyaluran kredit UMKM melalui perbankan menunjukkan tren positif. Pada Bulan Juli 2024, penyaluran kredit UMKM tercatat Rp16,74 Triliun, kemudian pada Bulan Juli 2024 tumbuh menjadi Rp16,85 Triliun. Begitupula pada Bulan September 2024 tercatat Rp17,54 Triliun. Kemudian di posisi 31 Oktober 2024 menjadi Rp17,76 triliun, dan November 2024 mencapai Rp17,77 Triliun dan Desember 2024 sebesar Rp17,83 Triliun. Memasuki awal tahun 2025, penyaluran kredit UMKM sebesar Rp17,66 Triliun, mengalami penurunan dibanding akhir tahun 2024. Namun, pada bulan Februari 2025, penyaluran kredit UMKM kembali meningkat, menjadi Rp17,93 Triliun.
Peningkatan terus berlanjut, tercatat pad Agustus 2025, penyaluran kredit UMKM sebesar Rp17,25 Triliun. Kemudian pada September 2025 tercatat Rp17,39 Triliun.
Kualitas NPL pada posisi 28 September 2025 masih terjaga sebesar 3,69 persen atau masih di bawah threshold 5 persen. Kualitas NPL ini menunjukkan tren penguatan dibanding bulan sebelumnya, yakni 3,83 persen.
“Walau demikian, rasio kredit UMKM bermasalah di Sulteng masih pada level aman,” ujar Bonny. (fuad/teraskabar)






