Jakarta, Teraskabar.id — Pemerintah Kabupaten Morowali siapkan sistem manajemen talenta untuk memperkuat sistem merit dan menentukan kandidat pemimpin berdasarkan kompetensi, potensi, serta kinerja aparatur sipil negara (ASN).
Wakil Bupati Morowali Iriane Iliyas menyampaikan langkah tersebut saat menghadiri ekspose pembangunan manajemen talenta ASN di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat, Jakarta Timur, Kamis (22/10/2026).
Dalam forum itu, Pemkab Morowali memaparkan hasil pemetaan aparatur, termasuk empat kandidat suksesor yang menempati Kotak 9 dalam sistem penilaian manajemen talenta.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Morowali, Asep Haerudin, menyebut empat nama tersebut berasal dari jenjang jabatan pimpinan tinggi dan administrator.
Empat ASN Masuk Kandidat Suksesor Jabatan
Asep menjelaskan bahwa pemetaan manajemen talenta menempatkan empat ASN dalam Kotak 9 berdasarkan persentase dan sistem penilaian BKN.
“Dalam persentase ini, kandidat suksesor dalam Manajemen Talenta ASN Kabupaten Morowali yang berada pada Kotak 9 terdiri atas empat orang. Untuk Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT), terdapat Alamsyah dengan nilai total 82,96. Sementara itu, pada jabatan administrator terdapat Albakarah Firmansyah dengan nilai 84,19, Adnan dengan nilai 83,25, dan Indo Unga dengan nilai 81,50.”Jelasnya
Menurut Asep, sistem penilaian BKN menjadi dasar untuk mengidentifikasi kandidat secara objektif dan terukur.
“Tentunya, pemetaan ini menggunakan persentase dan sistem penilaian yang diterapkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN), sehingga proses identifikasi kandidat dapat dilakukan secara objektif, terukur, dan berdasarkan kompetensi serta kinerja ASN,” ungkap Kepala BKPSDMD Kabupaten Morowali, Asep Haerudin.
Namun, penempatan dalam kelompok kandidat suksesor tidak serta-merta menjamin pengangkatan seseorang ke jabatan tertentu.
Sebaliknya, hasil pemetaan menjadi salah satu instrumen untuk membantu pemerintah daerah menyiapkan calon pemimpin sesuai kebutuhan organisasi.
Informasi mengenai kandidat dalam Kotak 8 belum disertai nama dan nilai dalam bahan pemaparan yang tersedia.

Siapkan Sistem Manajemen Talenta, Pemkab Morowali Petakan 5.535 ASN
Asep juga memaparkan jumlah aparatur yang menjadi bagian dari pengelolaan sumber daya manusia Pemkab Morowali.
Kabupaten tersebut memiliki 5.535 ASN, terdiri atas 3.060 pegawai negeri sipil (PNS) dan sisanya pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Pemerintah daerah memetakan kondisi jabatan kosong, potensi aparatur, capaian kinerja, serta pembaruan data kepegawaian.
Selain itu, BKPSDMD Morowali merencanakan profiling ASN bersama Kantor Regional IV BKN Makassar.
Pemkab Morowali juga mengembangkan pembinaan kompetensi melalui coaching, mentoring, dan pembelajaran berbasis pengalaman.
Melalui pendekatan tersebut, pemerintah daerah ingin menghubungkan pengembangan kapasitas pegawai dengan kebutuhan jabatan dan target organisasi.
Akurasi data menjadi faktor penting dalam proses ini. Tanpa data yang mutakhir, pemetaan kompetensi dan kinerja berisiko tidak mencerminkan kondisi aparatur secara menyeluruh.
Karena itu, pembaruan data dan penilaian yang konsisten perlu berjalan seiring dengan pengembangan kompetensi.
BKN Tekankan Komitmen Pimpinan Daerah
Wakil Bupati Morowali Iriane Iliyas menegaskan bahwa manajemen talenta dapat membantu pemerintah mengidentifikasi kemampuan setiap aparatur secara lebih menyeluruh.
“Melalui manajemen talenta ini, saya berharap potensi dan kinerja seluruh ASN di Kabupaten Morowali dapat terlihat dengan baik, sehingga menjadi dasar dalam pengembangan karier dan penempatan aparatur sesuai kompetensi,” ujarnya.
Iriane juga mengapresiasi dukungan BKN Pusat dan Kantor Regional IV BKN Makassar dalam mempersiapkan penerapan sistem tersebut.
Menurut dia, pengelolaan talenta yang terukur dapat mendorong profesionalisme aparatur sekaligus mengoptimalkan kontribusi pegawai terhadap pencapaian tujuan organisasi.
Sementara itu, Wakil Kepala BKN RI Suherman menekankan pentingnya komitmen pimpinan daerah, tata kelola kelembagaan, serta data kepegawaian yang akurat dan terintegrasi.
BKN juga mendorong penggunaan manajemen talenta untuk mempercepat pengisian jabatan dan menyiapkan calon pemimpin sesuai kebutuhan instansi.
Iriane menghadiri kegiatan tersebut mewakili Bupati Morowali. Ia didampingi Kepala Kanreg IV BKN Makassar Akhmad Syauki, Asep Haerudin, Kepala Bidang Mutasi, Pengembangan, dan Penilaian Kinerja Aparatur Indo Unga, serta sejumlah staf. Dari BKN RI, hadir pula Deputi PPMASN Herman dan sejumlah pejabat terkait.

Siapkan Sistem Manajemen Talenta, Perkuat Sistem Merit dan Pelayanan Publik
Pemkab Morowali menjadi kabupaten/kota ketiga di Sulawesi Tengah yang melaksanakan ekspose penerapan Sistem Manajemen Talenta ASN.
Capaian tersebut menjadi langkah awal untuk membangun pengelolaan karier aparatur yang lebih terencana dan transparan.
Meski demikian, keberhasilan sistem ini tidak cukup hanya dengan memetakan nama dan nilai pegawai. Pemerintah daerah juga perlu memastikan proses penilaian berlangsung konsisten, dapat dipertanggungjawabkan, dan sesuai ketentuan.
Dengan demikian, sistem manajemen talenta diharapkan mampu mempertemukan kebutuhan organisasi dengan kemampuan aparatur secara tepat.
Pada akhir kegiatan, Pemkab Morowali dan BKN RI menandatangani berita acara pelaksanaan ekspose pembangunan manajemen talenta ASN.
Melalui langkah tersebut, Pemkab Morowali berharap penerapan sistem merit semakin kuat, pengisian jabatan berlangsung lebih terukur, dan kualitas pelayanan publik terus meningkat.






