Rabu, 28 Oktober 2026
Home, News  

Sulteng Raih Terbaik II Program Bedah Rumah 2026, Dapat Tambahan Kuota 250 Unit dari Kemendagri

Sulteng Raih Terbaik II Program Bedah Rumah 2026, Dapat Tambahan Kuota 250 Unit dari Kemendagri
Gubernur Sulteng Anwar Hafid menyerahkan satu unit rumah kepada salah seorang warga penerima manfaat Program Berani Bedah Rumah di Kabupaten Donggala. Foto: Dok

Jakarta, Teraskabar.id – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid mendapatkan apresiasi dari Program “Berani Bedah Rumah” dari Pemerintah Pusat. Sesuai Surat Sekretaris Jenderal Kemendagri Nomor:400.10.11/6482/SJ, tanggal 10 September 2026, Sulteng raih terbaik II Pemerintah Daerah Berprestasi tahun anggaran 2026 tingkat regional Sulawesi untuk kategori Program 3 Juta Rumah.

“Dan sebagai bentuk apresisasi, Kemendagri memberikan Dana Insentif sebesar 1 Miliar rupiah dan tambahan kuota Bedah Rumah sebanyak 250 unit,” kata Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Sulteng, Dr. Akris Fatta Yunus, MM., Senin (26/10/2026).

Ia mengatakan program Berani Bedah Rumah yang digagas oleh Anwar- Reny telah dicanangkan dan dimulai pelaksanaannya pada 12 April 2026. Tujuan program ini adalah untuk memperbaiki rumah masyarakat miskin dan berpenghasilan rendah kategori Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Menurutnya, selama dua tahun pelaksanaan Program Berani Bedah Rumah, terjadi kenaikan jumlah penanganan RTLH yang sangat signifikan. Pada tahun 2025 sebanyak 1.260 unit RTLH, dan  pada 2026 meningkat menjadi 9.034 unit.

“Atas pencapaian ini saya menyampaikan terima kasih dan apresisasi kepada seluruh Bupati dan Wali Kota, Kepala Balai P3KP Sulawesi II Kementerian PKP, Kadis Perkimtan Sulteng serta Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota yang telah memberikan perhatian, keseriusan, kerjasama serta kolaborasi yang baik terhadap Program Bedah Rumah ini melalui dukungan anggaran APBD I, APBD II serta APBN,” ujar Akris.

Program Bedah Rumah 2026, Anggaran untuk Pembangunan Baru

Akris menambahkan, Program Berani Bedah Rumah melalui dukungan APBD Provinsi Sulawesi Tengah pada tahun 2026, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Sulteng telah melaksanakan pembangunan RTLH menjadi Rumah Layak Huni (RLH) sebanyak 124 unit. Anggaran untuk Pembangunan Baru sebesar Rp80 juta per unit, Peningkatan Kualitas/Rehabilitasi dialokasikan  Rp35 – Rp50 juta per unit, serta Pembangunan Sanitasi MCK dialokasikan sebesar Rp21 – Rp21,5 juta per unit.

  PT Vale Rehab Enam Unit Rumah di Kecamatan Baula, Gandeng Pemkab dan Kodim 1421/Kolaka

Begitupula untuk dukungan APBD Pemerintah Kabupaten/Kota untuk Penanganan Program RTLH sebanyak 160 unit, serta dukungan APBN melalui Kementerian PKP pada Program BSPS sebanyak 8.750 unit.

Berdasarkan data BPS periode Maret 2026, jumlah penduduk Sulteng sebanyak 3.189.800 jiwa  atau 1.059.250 KK. Dari total KK tersebut, yang memiliki rumah sebanyak 736.288 KK/unit dengan tingkat kondisi RTLH hingga tahun 2024 mencapai 133.833 KK/unit dengan angka kemiskinan 11,77%.

Selanjutnya, pada tahun 2025 jumlah RTLH tercatat 132.573 KK/unit atau terjadi penurunan 1.260 KK/unit dibandingkan dengan jumlah RTLH pada tahun sebelumnya. Sedangkan angka kemiskinan pada tahun 2025 tercatat 10,92%, atau mengalami penurunan 0,85% dibanding tahun sebelumnya.

Kemudian pada 2026, jumlah RTLH tercatat 123.539 KK/unit, mengalami penurunan signifikan sebesar 9.034 unit/KK dibanding jumlah RTLH tahun sebelumnya, dengan angka kemiskinan juga turun menjadi 10,92%.  

Akris mengungkapkan, Gubernur Anwar Hafid akan melanjutkan program Berani Bedah Rumah kategori RTLH sebagai salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah pada tahun 2027. Program ini bertujuan untuk membantu dan memperbaiki rumah masyarakat miskin dan berpenghasilan rendah yang tidak layak huni menjadi layak huni.

Akris optimistis, penurunan jumlah RTLH akan memberikan dampak positif terhadap penurunan angka kemiskinan di Sulawesi Tengah menuju Sulteng Nambaso sebagaimana visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng, Anwar Hafid – Reny A Lamadjido. (red)