Selasa, 27 Oktober 2026
Home, News  

Ratusan Mahasiswa BEM PTMAI se-Indonesia Timur dari 34 Kampus Siap Hadir dan Sukseskan Silatnas

Ratusan Mahasiswa BEM PTMAI se-Indonesia Timur dari 34 Kampus Siap Hadir dan Sukseskan Silatnas
Perwakilan BEM PTMAI Zona VII dari 34 kampus di kawasan Indonesia Timur. Foto: Istimewa

Palu, Teraskabar.id – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Indonesia (BEM PTMAI) Zona VII dari 34 kampus di kawasan Indonesia Timur (Intim) menyatakan kesiapan untuk menghadiri dan menyukseskan Silaturahmi Nasional (Silatnas) BEM PTMAI di Surakarta.

Partisipasi tersebut menjadi momentum penting bagi mahasiswa Indonesia Timur untuk memperkuat konsolidasi gerakan, mempererat silaturahmi antarkampus, serta membawa gagasan dan aspirasi daerah ke dalam forum mahasiswa tingkat nasional.

Presidium Nasional BEM PTMAI Zona VII, Baso Agung, menyampaikan bahwa kesiapan 34 kampus tersebut merupakan wujud komitmen mahasiswa untuk memperkuat persatuan dan meningkatkan kontribusi dalam perkembangan gerakan mahasiswa nasional.

Menurut Baso, Silatnas bukan sekadar agenda pertemuan organisasi, melainkan ruang intelektual untuk mempertemukan gagasan, membangun kesepahaman, dan merumuskan langkah strategis dalam menjawab berbagai persoalan mahasiswa serta tantangan bangsa.

“Bagi kami, Silatnas bukan hanya tentang kehadiran, tetapi tentang bagaimana mahasiswa membawa gagasan, menyampaikan aspirasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi gerakan mahasiswa nasional. Kami dari Zona VII siap hadir dengan semangat persatuan, intelektualitas, dan komitmen untuk menyukseskan agenda nasional ini,” ujar Baso Agung dalam keterangannya, Senin (26/10/2026).

Ratusan Mahasiswa BEM PTMAI dari 34 Kampus di Kawasan Indonesia Timur

Ia menegaskan, keikutsertaan mahasiswa dari 34 kampus di kawasan Indonesia Timur menunjukkan besarnya potensi kader dan kekuatan gerakan mahasiswa di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Potensi tersebut perlu dihimpun melalui konsolidasi yang terarah, kolaborasi berkelanjutan, serta ruang partisipasi yang terbuka bagi seluruh wilayah.

Lebih lanjut, Baso berharap Silatnas dapat menjadi forum yang memberikan kesempatan bagi setiap wilayah untuk menyampaikan pandangan, memperjuangkan aspirasi, dan mengambil bagian dalam proses pengambilan keputusan organisasi.

  Koorpresnas BEM PTMAI Ingatkan MKD DPR Tak Terjebak Framing Medsos

“Mahasiswa Indonesia Timur memiliki gagasan, potensi, dan semangat perjuangan yang perlu mendapatkan ruang untuk berkembang. Kehadiran 34 kampus dari Zona VII menjadi momentum untuk menyatukan kekuatan, memperluas kolaborasi, dan mendorong kemajuan BEM PTMAI sebagai gerakan mahasiswa nasional,” tegasnya.

Menurut Baso, kekuatan organisasi mahasiswa nasional tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang hadir, tetapi juga dari kemampuan membangun kesatuan visi, menjaga independensi gerakan, dan menghasilkan gagasan yang dapat diwujudkan dalam kerja nyata.

Karena itu, ia berharap Silatnas tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi mampu melahirkan rekomendasi strategis, memperkuat solidaritas antarkampus, serta membangun arah gerakan BEM PTMAI yang lebih inklusif, progresif, dan berkemajuan.

Bagi BEM PTMAI Zona VII, momentum Silatnas juga menjadi kesempatan untuk membawa realitas dan tantangan mahasiswa di kawasan Indonesia Timur ke dalam diskusi nasional. Kondisi geografis yang luas, jarak antarkampus yang berjauhan, serta beragam persoalan pendidikan dan sosial menjadi alasan penting bagi penguatan komunikasi, konsolidasi, dan kolaborasi lintas wilayah.

Melalui forum nasional tersebut, mahasiswa diharapkan dapat membangun hubungan yang lebih erat dan merumuskan langkah bersama untuk memperjuangkan kepentingan mahasiswa, masyarakat, dan bangsa.

Dengan semangat Islam berkemajuan dan nilai-nilai perjuangan Muhammadiyah, ratusan mahasiswa dari 34 kampus BEM PTMAI Zona VII berkomitmen untuk turut menyukseskan Silatnas sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia Timur dalam gerakan mahasiswa nasional.

Kehadiran tersebut bukan sekadar menunjukkan besarnya partisipasi, melainkan menjadi ikhtiar kolektif untuk membangun gerakan mahasiswa yang solid, berintegritas, kritis, dan mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masa depan Indonesia. (***/red)