Sabtu, 3 Oktober 2026

Aksi Massa Ricuh di Matarepe Morowali, 1 SSK Brimob dan Puluhan Personel Polisi Dikerahkan

Aksi Massa Ricuh di Matarepe Morowali, 1 SSK Brimob dan Puluhan Personel Polisi Dikerahkan
Kondisi di area PT ASKON di Desa Matarepe, Kecamatan Sombori Kepulauan, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Foto: Kolase

Morowali, Teraskabar.id –  Beredar video massa aksi diduga melempari dan membakar sejumlah kendaraan di area PT Astima Konstruksi  (ASKON) di Desa Matarepe, Kecamatan Sombori Kepulauan, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Dalam video tersebut terlihat aksi massa ricuh di Matarepe yang berujung sejumlah kendaraan hangus terbakar.

Dalam penggalan video lainnya yang diterima awak media ini, satu unit ekskavator terlihat meremukkan satu unit mobil pickup warna putih, serta mobil Mitshubishi jenis Pajero warna putih di jalan masuk area perusahaan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa mobil tersebut merupakan kendaraan pembawa perlengkapan milik massa aksi.

Perusakan mobil tersebut  terjadi di area perusahaan PT ASKON yang beroperasi di Desa Matarepe, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah,  setelah sebelumnya massa aksi memblokade jalur utama menuju jetty dengan membentangkan spanduk, membawa bambu, dan mendirikan tenda darurat di badan jalan. Aksi tersebut membuat aktivitas pengangkutan perusahaan lumpuh.

Aksi nekat massa aksi memblokade jalan hauling, diduga akumulasi dari kekecewaan terhadap dampak aktivitas kendaraan operasional PT ASKON di jalan hauling perusahaan. Setiap hari warga sekitar disuguhi debu yang beterbangan, memaksa warga Desa Matarepe menghirup udara tak sehat.   

Mediasi Buntu —

Upaya mediasi sempat dilakukan ketika perwakilan manajemen perusahaan menemui massa aksi. Namun dialog berjalan kaku dan menemui jalan buntu. Situasi memanas hingga terjadi gesekan fisik yang menyebabkan korban luka ringan serta kerusakan pada beberapa kendaraan warga dan alat berat.

Menanggapi situasi tersebut, aparat penegak hukum langsung mengambil langkah antisipasitif. Personel Polres Morowali bersama Satuan Brimob dikerahkan ke titik-titik rawan. Aparat berjaga ketat di sekitar koridor jalan hauling guna mencegah meluasnya konflik horizontal.

  Panitia Pemilihan BPD Harapan Jaya Morowali Terbentuk, Muryanto Ajak Warga Mendaftar

Kapolres Morowali AKBP Reza Khomeini mengatakan kehadiran Satuan Brimob bersama jajaran Polres di titik-titik rawan bertujuan melokalisir area benturan, meredam provokasi lanjutan, serta mengembalikan situasi kamtibmas agar kembali kondusif.

“Hingga malam hari, aparat kepolisian terus melakukan pendekatan persuasif kepada para tokoh masyarakat dan perwakilan aliansi agar menahan diri,” ujar Kapolres.

Kepolisian juga mengimbau warga tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi (hoaks) dan menyerahkan sepenuhnya penanganan dugaan pelanggaran hukum di lapangan kepada pihak berwajib.

Sampai berita ini diturunkan, personel keamanan masih bersiaga di lokasi. Aparat berkomitmen menjaga stabilitas kamtibmas dan mencegah eskalasi lanjutan di kawasan operasional PT Askon.

Polisi Imbau Masyarakat Tahan Diri —

Kepolisian Resor (Polres) Morowali mengambil langkah cepat menyusul ketegangan yang memanas di sekitar area operasional PT. Askon (PT Astima Konstruksi) Jumat, (2/10/2026).

Berdasarkan siaran pers yang diterima media ini, aparat kepolisian secara tegas mengimbau masyarakat, khususnya warga Desa Matarape, Kecamatan Sombori Kepulauan, Kabupaten Morowali, untuk tetap tenang, menahan diri, dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.

Imbauan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres Morowali, AKBP Reza Khomeini, guna meredam potensi konflik lanjutan serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah pesisir perbatasan.

Ketegangan di wilayah Desa Matarape dikabarkan meningkat menyusul keresahan warga setempat terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas perusahaan, termasuk persoalan debu akibat aktivitas hauling (pengangkutan) material di sekitar permukiman. Kondisi ini sempat memicu reaksi keras dari masyarakat yang mendesak adanya penanganan serius atas dampak operasional tambang tersebut.

Menanggapi situasi yang kian rentan, Kapolres Morowali menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan tinggal diam dan tengah berupaya keras mengendalikan situasi di lapangan secara persuasif namun tetap tegas. Selain personil Polres Morowali, personil Polres Konawe Utara juga dilibatkan dalam pengamanan di lokasi mengingat Polres tersebut yang paling terdekat dari site PT. Askon.

  Kades Puungkoilu Tindaklanjuti Instruksi Bupati Morowali Terkait Pengaktifan Siskamling

“Kami meminta kepada seluruh masyarakat di Desa Matarape agar senantiasa menahan diri, tidak mudah terpancing oleh provokasi, dan menyerahkan sepenuhnya penanganan persoalan ini kepada pihak berwenang. Jangan sampai ada tindakan main hakim sendiri yang justru merugikan masyarakat luas dan melanggar hukum,” ujar AKBP Reza Khomeini. (erny/red)