Witaponda, Teraskabar.id – Tahun ajaran baru 2025/2026 telah dimulai, dan SMP Negeri 2 Witaponda resmi menerima sebanyak 94 siswa baru. Kepala SMPN 2 Witaponda, Kabupaten Morowali, Drs. Suprayitno, M.Si., dalam wawancara menyampaikan bahwa jumlah tersebut sesuai dengan kuota atau daya tampung sekolah, yang dibagi ke dalam tiga rombongan belajar (rombel).
Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini dilakukan secara online dan offline, guna menjangkau seluruh calon siswa dari berbagai wilayah. “Mayoritas siswa baru berasal dari wilayah Kecamatan Witaponda, yakni dari Ungkaya, PT. Tamako Graha Krida, Solonsa Jaya, dan Solonsa,” ungkap Suprayitno, Rabu (23/7).
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah pendaftar mengalami peningkatan. Menurutnya, salah satu faktor utama yang membuat SMPN 2 Witaponda masih menjadi pilihan orang tua dan siswa adalah karena lokasinya yang dekat dengan tempat tinggal mereka, serta sudah menjadi sekolah favorit di kalangan masyarakat.
Terkait tantangan selama proses PPDB, pihak sekolah melakukan sosialisasi langsung ke sekolah-sekolah pendukung agar informasi pendaftaran bisa lebih merata diterima. Sekolah juga telah menyiapkan strategi pembelajaran bagi siswa baru guna mempercepat proses adaptasi mereka terhadap lingkungan sekolah.
“Kami memiliki program pengenalan lingkungan sekolah untuk siswa baru, dan guru-guru telah siap dengan sarana serta prasarana yang diperlukan,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa muatan lokal Bahasa Bungku tetap diajarkan di sekolah, sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal.
Suprayitno juga berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Morowali dalam hal ini Dinas Pendidikan Daerah yang selama ini telah memberikan perhatian kepada SMPN 2 Witaponda untuk lancarnya proses belajar mengajar di sekolah tersebut demi membangun generasi yang bersumber daya maju.
“Harapan kami, semoga siswa-siswa disini bisa menjadi generasi yang tangguh, berfikir maju, cerdas, dan siap menghadapi tantangan zaman. Sekolah akan mendampingi mereka dengan sepenuh hati,” pungkasnya. (Ghaff/Teraskabar)






