
“Tolong kepada pemerintah ini diperhatikan, kita ini mau beli tapi susahnya begini, apalagi kalau kita datang ba hutang, datang minta. Walaupun mahal kalau kita datang untuk beli jangan dibikin susah begini. Jadi tolong ke depannya ini diperhatikan, kalau memang stok terbatas umumkan dari awal bahwa jumlah minyak goring yang disiapkan terbatas. Jadikan kita tidak perlu berdesak desakan begini, antrean panjang begini,” ujarnya.
Ternyata Tak Ada Subsidi Minyak Goreng, Kebijakan Pemerintah Tak Konsisten
Menyikapi stok minyak goring yang minim saat operasi pasar di lokasi Pasar Bambaru, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Palu, Ajengkris mengakui kalau perencanaan awal minyak goreng yang akan disalurkan pada operasi pasar murah kali ini sebanyak 10 Ton. Namun realisasinya yang tersedia ada hanya 5 Ton yaitu merek Viola.
“Kemudian kenapa yang lain tidak masuk itu karena kebijakan pemerintah tadi malam, berarti selama ini tidak ada subsidi. Kemarin dikeluarkan oleh pemerintah bahwa minyak goreng akan disesuaikan oleh harga pasar. Jadi nanti seenaknya para pedagang menaikkan harga,” katanya saat ditemui lokasi pelaksanaan pasar murah di Pasar Bambaru, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, pada Rabu (16/3).
Ia menjelaskan, jika memang tidak ada subsidi pemerintah terkait minyak goreng tersebut, mengapa hal ini tidak diberitahukan sejak awal bahwa akan disesuaikan dengan harga pasaran.
“Kenapa tidak dari awal diberitahukan bahwa di sesuaikan dengan harga pasaran jangan nanti habis stok baru muncul lagi kebijakan baru, kalau begini bagaimana sama masyarakat yang nantinya akan menghadapi bulan suci Ramadhan,” jelasnya.
Saat ditanya terkait antisipasinya terhadap kelangkaan minyak goreng tersebut, justru ia dengan tegas mengatakan apa yang mau diantisipasi jika stoknya saja kosong.
“Untuk menghadapi antispasi kelangkaan kedepannya pasti tambah parah karena mau diantisipasi bagaimana kalau stok tidak ada,” tegasnya.






