
Apalagi saat ini menjelang bulan Ramadan kata Ajenkris, otomatis masyarakat akan tetap membeli walaupun harganya sangat mahal.
“Dikarenakan kebijakan selalu berubah-ubah berapapun harga minyak goreng dengan stok terbatas pasti masyarakat akan beli karena memang dibutuhkan di bulan suci Ramadan,” katanya.
Olehnya, ia berharap pada hari ini dengan adanya operasi pasar minyak goreng sebanyak 3 ton dapat menutupi sementara kebutuhan sebagian masyarakat. Selain itu, Disperindag juga berharap agar pemerintah pusat segera menyampaikan kepada pabrik-pabrik minyak goreng untuk menyiapkan stok lapangan ke daerah-daerah. (teraskabar)






