Minggu, 9 Agustus 2026
Ekbis, Home  

Sulteng Buka Peluang Investasi RS Internasional bagi UEA, Tawarkan 4 Sektor Prioritas

Sulteng Buka Peluang Investasi RS Internasional bagi UEA, Tawarkan 4 Sektor Prioritas

Palu, Teraskabar.id – Sulawesi Tengah (Sulteng) terus membuka ruang seluas-luasnya bagi investor untuk berinvestasi dan berkontribusi dalam pembangunan daerah. Setelah menjalin kerja sama dengan Hainan, Tiongkok, Sulteng buka peluang investasi bagi UEA.

Kunjungan Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem AlDhaheri, ke kantor Gubernur Sulawesi Tengah, di Palu, Selasa (4/8/2026), sebagai langkah awal untuk menjajaki potensi investasi antara UEA dengan Provinsi Sulawesi Tengah.

Gubernur Sulteng Anwar Hafid dan Wakilnya, Reny A lamadjido menyambut langsung kunjungan Duta Besar UEA untuk Indonesia.

“Alhamdulillah, ini kunjungan yang sangat berarti. Kami melihat keseriusan dari Dubes UEA dalam menjajaki potensi investasi di Sulawesi Tengah. Banyak hal strategis yang telah dibahas, dan insya Allah akan segera kami tindaklanjuti secara konkret,” ujar Gubernur Anwar Hafid.

Ia menyampaikan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah membuka ruang seluas-luasnya bagi investor, khususnya dari Uni Emirat Arab, untuk berinvestasi dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Kami berharap investasi dari Uni Emirat Arab dapat segera masuk dan memberikan dampak langsung bagi pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah,” tambahnya.

Sulteng Buka Peluang Investasi, UEA Tertarik pada 6 Sektor

Sementara itu, Duta Besar UEA Abdulla Salem AlDhaheri menegaskan ketertarikan negaranya terhadap potensi investasi di Sulawesi Tengah. Ia menilai Provinsi Sulawesi Tengah memiliki peluang besar untuk pengembangan sector potensial melalui kerja sama strategis antara kedua belah pihak.

Dalam pertemuan tersebut, Dubes UEA untuk Indonesia, Abdul Saleem yang didampingi Dr. Habib Salim Segaf Al-Jufri, Lc., M.A, Menteri Sosial era Presiden SBY, secara detail menyebut ketertarikannya pada industry berbasis sumber daya alam dengan memanfaatkan kekayaan alam lokal sebagai fondasi utama kegiatannya.

  Hari Ini, Kasus Harian Nol, Enam Daerah Nihil Pasien Covid-19

“Kami melihat banyak peluang investasi yang dapat dikembangkan bersama. Fokus kami antara lain pada sektor pertanian, energi, kelapa sawit, perikanan, pariwisata, serta mineral,” ungkap Dubes UEA.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kedua pihak telah sepakat untuk bergerak cepat melalui pembentukan tim bersama guna mempercepat realisasi investasi.

“Kami akan membentuk task force untuk fokus pada sektor-sektor prioritas. Ini penting agar peluang investasi dapat ditindaklanjuti secara konkret dan terarah,” tegasnya.

Agendakan Pertemuan Lanjutan

Sebagai langkah lanjutan, dalam waktu dekat Gubernur Sulteng Anwar Hafid dan Dubes UEA untuk Indonesia akan menggelar pertemuan lanjutan di Jakarta untuk mempresentasikan secara lebih rinci empat sektor utama yang menjadi fokus, yakni mineral, energi terbarukan, perkebunan kelapa sawit, dan perikanan.

Gubernur Anwar Hafid juga menambahkan bahwa Sulawesi Tengah tidak hanya menawarkan potensi sumber daya alam, tetapi juga kesiapan dalam mendukung investasi, termasuk komitmen terhadap pengembangan energi terbarukan dan penyediaan infrastruktur pendukung.

“Kami terus mendorong transisi energi di kawasan industri serta menyiapkan berbagai kemudahan bagi investor. Ini bagian dari upaya kami menciptakan iklim investasi yang kondusif,” jelasnya.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga menawarkan peluang investasi di sektor kesehatan, yakni pembangunan rumah sakit bertaraf internasional, guna menjawab kebutuhan layanan kesehatan berkualitas di kawasan Indonesia timur.

Pertemuan ini ditutup dengan kesepahaman untuk memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan. Baik Gubernur maupun Dubes UEA optimistis, kolaborasi ini akan membawa dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Sulawesi Tengah ke depan. (red)