Sabtu, 24 Januari 2026
Home, News  

Sulteng Hadirkan Genting untuk Mempercepat Penurunan Stunting

Sulteng Hadirkan Genting untuk Mempercepat Penurunan Stunting
Ketua TP PKK Sry Nirwanti Bahasoan didampingi Kepala BKKBN Sulteng turun langsung ke rumah-rumah warga, berdialog dengan para ibu dan keluarga muda, Jumat (23/5/2025). Foto: Biro Adpim

Palu, Teraskabar.id– Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menghadirkan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting(Genting). Kegiatan ini dirangkaikan dengan peluncuran program Mandiri Sahabat Desa, Jumat (23/5/2025), di Kelurahan Tipo, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu,  yang dihadiri langsung  Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Sry Nirwanti Bahasoan.

Kegiatan ini adalah sebuah  inisiatif penurunan stunting di Sulawesi Tengah hasil kolaborasi antara TP PKK, Bank Mandiri, dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulteng.

Program Genting sendiri merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor dalam penanggulangan stunting, di mana Bank Mandiri menyalurkan bantuan untuk 200 keluarga berisiko stunting yang tersebar di delapan kecamatan di Kota Palu.

Dalam kunjungannya, Ketua TP PKK Sry Nirwanti Bahasoan turun langsung ke rumah-rumah warga, berdialog dengan para ibu dan keluarga muda, serta menyampaikan edukasi tentang pentingnya gizi seimbang, sanitasi, dan partisipasi aktif dalam program Keluarga Berencana (KB). Ia menekankan bahwa stunting tidak hanya soal tinggi badan, melainkan berpengaruh besar terhadap perkembangan otak, kecerdasan, dan produktivitas anak di masa depan.

“Investasi terbaik adalah pada kesehatan dan pendidikan anak. Pencegahan stunting harus dimulai dari rumah, dari keluarga, khususnya ibu. Karena dari rahim yang sehat lahir generasi yang kuat,” ujar Sry Nirwanti.

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga berbicara langsung kepada para ibu tentang pentingnya mengikuti program KB. Metode seperti implant dan IUD dinilai efektif untuk menjaga kesehatan ibu dan merencanakan jarak kelahiran yang ideal, yang berdampak pada kualitas tumbuh kembang anak.

“Ini merupakan kepercayaan dan kesempatan besar bagi Sulawesi Tengah. Mari kita manfaatkan sebaik mungkin untuk menurunkan angka stunting dan membentuk generasi emas 2045,” ujar Ketua TP PKK.

  Ketua TP PKK Sulteng Kunker ke Desa Bobo Sigi, Imbuh Warga Miliki Dokumen Kependudukan Lengkap

Sri Nirwati menambahkan bahwa stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius.

Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam upaya pencegahan stunting, khususnya melalui pola asuh yang tepat dan pemenuhan gizi anak.

“Upaya pencegahan stunting harus menjadi prioritas bersama. Orang tua sebagai garda terdepan memiliki peran sentral dalam memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal,” ujar Sri Nirwati.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan Bank Mandiri dalam mendukung program pemerintah melalui bantuan yang tidak hanya bersifat material, namun juga edukatif dan pendampingan kepada keluarga penerima manfaat.

Program Mandiri Sahabat Desa sendiri merupakan bagian dari kontribusi sosial Bank Mandiri dalam mendukung upaya nasional percepatan penurunan stunting. Dalam program ini, Bank Mandiri menyediakan bantuan makanan bergizi gratis (Nutrisi Bergizi Gratis/NBG) untuk anak usia 0–2 tahun, serta edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan bagi keluarga penerima manfaat.

Program ini akan berlangsung selama enam bulan dan merupakan bagian dari inisiatif Mandiri Sahabat Desa.

Sulawesi Tengah menjadi salah satu dari tiga provinsi di Indonesia yang mendapatkan dukungan dari Bank Mandiri untuk program ini, bersama dengan Provinsi Papua dan DKI Jakarta.

Area Head Bank Mandiri Palu, Andi Dewi Andriani, menyampaikan bahwa partisipasi Bank Mandiri dalam program ini merupakan bentuk komitmen perusahaan terhadap pembangunan sumber daya manusia sejak dini, terutama pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng, Tenny C. Soriton, menjelaskan bahwa program Genting menitikberatkan pada pemberdayaan keluarga melalui penyuluhan dan pendampingan gizi.

Ia menyebutkan bahwa sejauh ini edukasi yang diberikan telah meningkatkan pemahaman ibu-ibu tentang pentingnya pola makan sehat bagi anak.

  Pemkab Sigi Awali Bahas Arah Kebijakan Pendidikan di Rakor Program 2025-2030

“Walaupun TPPS telah berjalan hingga tingkat desa, kasus stunting masih membutuhkan intervensi yang konsisten dan terarah. Kami berharap Genting bisa menjadi upaya strategis dalam menurunkan angka stunting di Sulawesi Tengah,” tutur Tenny.

Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan dari BKKBN Provinsi Sulteng, Bank Mandiri, para kader PKK, serta tokoh masyarakat. Ketua TP PKK juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dan komitmen dalam mendukung visi Sulawesi Tengah, Berani Sehat dan Berani Cerdas.

Kegiatan Kickoff Genting turut dihadiri Kepala Dinas PPKB Kota Palu, camat, lurah setempat, dan para penerima manfaat program.

Program ini menjadi contoh nyata bahwa penanganan stunting bukan hanya tugas pemerintah, tetapi membutuhkan kerja sama lintas sektor, dari pusat hingga ke desa. (red/teraskabar)