Sabtu, 24 Januari 2026
Home, News  

Sulteng Rentan Terdampak Berbagai Penyakit Akibat Perubahan Iklim

Sulteng Rentan Terdampak Berbagai Penyakit Akibat Perubahan Iklim
Workshop Koordinasi dan Sosialisasi PAIR Sulawesi CH. 3.2 yang digelar pada Jumat (23/01/2026), di Hotel Santika Palu. Foto: Kominfo

Palu, Teraskabar.id – Kepala Dinas Kesehatan Sulteng, dr. Syahriar menjelaskan bahwa sesuai dengan arahan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), perubahan iklim harus diidentifikasi sebagai ancaman serius bagi kesehatan manusia. Sulteng dinilai sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim mengingat wilayah lautnya yang luas.

“Perubahan iklim berpotensi meningkatkan berbagai penyakit, seperti malaria dan diare. Oleh karena itu, kesehatan sebagai hak asasi manusia menjadi aspek penting dan pokok dalam pembangunan saat ini,” kata Kadis Kesehatan Sulteng, Syahriar mewakili Gubernur Sulteng saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Workshop Koordinasi dan Sosialisasi PAIR Sulawesi CH. 3.2 yang digelar pada Jumat (23/01/2026), di Hotel Santika Palu.

Penguatan Sistem, Sulteng Rentan Terdampak Berbagai Penyakit

Workshop ini mengangkat tema “Exploring Climate-Resilience Health System in Coastal Area Central Sulawesi and Southeast Sulawesi Province”, yang menitikberatkan pada penguatan sistem kesehatan yang tangguh terhadap perubahan iklim, khususnya di wilayah pesisir Provinsi Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari riset kolaborasi Australia–Indonesia yang melibatkan Universitas Hasanuddin, The University of Melbourne, Universitas Airlangga, dan Universitas Tadulako.

Bupati Parigi Moutong Erwin Burase hadir langsung pada workshop ini, sedangkan dari Pemkot Palu diwakili Kepala Dinas Kesehatan, dr. Rochmat Jasin.

Kadis Syahriar menambahkan, workshop yang melibatkan lintas sektor ini merupakan bagian dari pendekatan terintegrasi dalam mendukung adaptasi perubahan iklim di sektor kesehatan.

Diharapkan, melalui pertemuan ini dapat terbangun sinergitas lintas sektor dalam menyikapi dan mengantisipasi dampak perubahan iklim.

Diharap Lahir Gagasan-Gagasan Baru

Sementara itu, Rektor Universitas Tadulako, Prof. Amar, menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang penelitian.

  Sulteng Raih 10 Emas di Ajang FORNAS 2025 NTB,  Total 32 Medali

“Kegiatan ini diharapkan melahirkan gagasan-gagasan baru karena melibatkan sejumlah perguruan tinggi, termasuk dari Australia. Ini menjadi suatu kebanggaan atas kerja sama yang telah terjalin sejak pertemuan pertama yang dilaksanakan di Makassar,” ungkapnya.

Workshop ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi akademisi, pemerintah, dan lintas sektor guna membangun sistem kesehatan yang tangguh menghadapi tantangan perubahan iklim di kawasan pesisir menyikapi Sulteng rentan terdampak berbagai penyakit. (red/teraskabar)