“Dari data yang diterbitkan BPS menunjukkan produktivitas produksi beras Sulteng masih fluktuatif. Produksi tahun 2020 misalnya tercatat 475.726 ton, naik di tahun 2021 menjadi 508.940 ton. Jumlah itu turun di tahun 2022 menjadi 450.548 ton,” kata Nelson.
Secara umum, produktivitas pertanian padi Sulteng tercatat masih rendah, di angka 4,5 sampai 4,8 kuintal per hektare atau di bawah rata-rata nasional 5,2 sampai 5,4 kuintal per hektare. Padahal berdasarkan analisis tanah yang dilakukan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, potensi panen di daerah itu bisa mencapai 8,0 sampai 8,2 kuintal per hektare.
Baca juga : Rokok Penyebab Kenaikan Angka Penduduk Miskin di Sulteng
Estimasi potensi panen yang cukup menjanjikan tersebut lanjutnya, membuat pihak Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulteng menargetkan menjadi pemasok kebutuhan pangan di Ibu Kota Nusantara (IKN) mengingat Sulteng memiliki jarak yang strategis.
Walau punya potensi besar memasok kebutuhan pangan untuk IKN, tetapi tantangan meningkatkan produktivitas pertanian di Sulteng juga tak kalah besar.
Untuk mengatasi itu, Ia berjanji pemenuhan alat pertanian, bibit, dan pupuk akan ditingkatkan untuk petani.
“Insya Allah, kami akan tetap fokus menjadikan Sulteng sebagai daerah penyanggah kebutuhan pangan IKN sesuai harapan Bapak Gubernur,” ujarnya. (teraskabar)







