Palu, Teraskabar.id– Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) semakin massif menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif kepada setiap elemen masyarakat dengan menyasar setiap kabupaten dan kota se-Sulteng.
Hampir tiada hari dalam sepekan yang terlewatkan kecuali diisi sosialisasi pengawasan partisipatif dengan membagi tugas kepada masing-masing komisioner Bawaslu Sulteng berkolaborasi dengan pemerhati Pemilu dan praktisi media, turun ke kabupaten dan kota untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar terlibat aktif dalam pengawasan pelaksanaan Pemilu 2024.
Dalam catatan media ini, dua hari sebelumnya, tepatnya pada Senin (5/2/2024), Bawaslu menggelar sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan Terkait Peran Pemantau Pemilu, Masyarakat dan Media Pada Pemilihan Umum Tahun 2024 di Kabupaten Parigi Moutong. Anggota Bawaslu Provinsi Sulteng Rasyidi Bakry selaku pemateri pada kegiatan yang melibatkan Ormas, Organisasi Kepemudaan, Mahasiswa dan Media tersebut.
Baca juga: Bawaslu Parimo Menggandeng Media Sosialisasikan Pengawasan Partisipatif
Setelah Parigi Moutong, kini giliran kota Palu menjadi lokasi pelaksanaan sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan Terkait Peran Pemantau Pemilu, Masyarakat dan Media Pada Pemilihan Umum Tahun 2024. Anggota Bawaslu Provinsi Sulteng, Rasyidi Bakry kembali didaulat menjadi pemateri sekaligus membuka kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di BestWestern Coco Hotel, Rabu (7/2/2024).
Pengampu Divisi Hukum dan Perundang-undangan Bawaslu Provinsi Sulteng, Rasyidi Bakry mengawali sambutannya, dengan menyentil antusiasme kehadiran peserta yang terundang di awal pelaksanaan kegiatan, menjadi salah satu alasan Bawaslu menggencarkan sosialisasi pengawasan partisipatif.
Hal ini kata Rasyidi, tergambar dari kondisi pada pembukaan pelaksanaan sosialisasi yang mengundang kurang lebih 75 peserta, mulai dari Komisi Informasi Provinsi Sulteng, FKUB, organisasi kepemudaan, Ormas, LS-ADI selaku pemantau pemilu, organisasi kemahasiswaan, hingga media cetak elektronik dan online yang ada di Kota Palu, yang hadir nyaris hanya setengah dari total yang terundang.
Baca juga: Bawaslu Sulteng Maksimalkan Fungsi Pencegahan melalui Pengawasan Pemilu Partisipatif
“Semoga ini bukan sebagai gambaran kurangnya animo masyarakat terhadap pengawasan partisipatif pada Pemilu 2024,” kata Rasyidi saat menyampaikan sambutannya.
Rasyidi berharap, kondisi yang tergambar dalam ruangan pelaksanaan kegiatan ini, tidak mewakili sikap antusiasme masyarakat terhadap peran pengawasan partisipatif pada Pemilu 2024. Jika hal itu terjadi, maka demokrasi kita terancam. Terlebih lagi, saat ini tersisa kurang lebih sepekan lagi jelang hari H dan memasuki tahapan yang sangat krusial serta rawan politik uang. Menurutnya, sangat perlu peran aktif masyarakat secara luas untuk mengawasi setiap tahapan pelaksanaan pemilu.
Usai pembukaan sosialisasi Pengawasan Partisipatif Masyarakat, dilanjutkan dengan sosialisasi dengan menghadirkan tiga pemateri yaitu, Rasyidi Bakry selaku anggota Bawaslu Provinsi Sulteng, Munirah, SH selaku pemerhati kepemiluan dan anggota Bawaslu Kota Palu periode 2019-2023, serta Yardin Hasan selaku Ketua AJI Kota Palu.
Baca juga: Pengawasan Partisipatif Pemilu 2024, Media Dituntut Tak Kendor Mengawal hingga Tuntas
Sosialiasi dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama diisi oleh Anggota Bawaslu Sulteng Rasyidi Bakri dan berlangsung hingga jelang salat Dhuhur. Selanjutnya, sesi kedua setelah ISHOMA yang diisi secara panel oleh Munirah, SH dan Yardin Hasan.
Kehadiran peserta yang awalnya nyaris hanya setengah dari yang terundang. Memasuki sesi pertama sosialisasi, kursi yang awalnya terlihat kosong mulai diisi oleh peserta yang mulai berdatangan memasuki ruangan pelaksanaan kegiatan. Sehingga, sosialisasi berlangsung dinamis, terutama pada sesi tanya jawab. (teraskabar)







