Palu, Terakabar.id – Tiga calon rektor Universitas Abdul Azis Lamadjido mengikuti asesmen yang dilaksanakan oleh Tim Asesmen yang ditunjuk oleh Yayasan Panca Bhakti Sulawesi Tengah.
Ke tiga calon rektor yang ikut asesmen adalah, Dr. Husen H. Muh. Saleh, SE, MS; Dr. M.Darma Halwi, SE, MM; dan Dr. Muzakir Tawil, M.Si.
Ketua Yayasan Panca Bhakti Sulawesi Tengah, Ir H Rendy Lamadjido menjelaskan asesmen dilakukan untuk memilih putra terbaik di antara putra putra terbaik yang dimiliki Sulteng guna memimpin Universitas Abdu Azis Lamadjido.
Baca juga : Seleksi JPT Pratama Sulteng, Biro Organisasi Terbanyak Pelamarnya
“Pelaksanaan asesmen saya hadiri langsung dan juga ikut terlibat dalam proses asesmen tersebut,” kata Rendy dihubungi, Jumat (13/5/2023).
Ia menjelaskan asesmen yang dilaksanakan di Best Western Coco Hotel pada 4 Mei 2023 tersebut, dihadiri ketua Yayasan Panca Bhakti Palu, Ir. H. Rendy Lamadjido. Sedangkan Tim Asesmen terdiri dari 3 orang yaitu, Moh ahlis djirimu., SE.,DEA., PhD; Dr. Eko Joko Lelono .,SE.,Msi; dan Drs. Rusman Lamakasusa.

Rendy menambahkan, pelaksanaan asesmen tersebut menindaklanjuti terbitnya legalitas operaional Universitas Abdul Azis Lamadjido. Hal itu setelah terbit Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (SK Mendikbud Ristek) Nomor 354/E/O/2023 tertanggal 12 April 2023.
Universitas Azlam memperoleh legalitas setelah sebelumnya dua Sekolah Tinggi yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Panca Bhakti Sulawesi Tengah, yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Panca Bhakti Palu dan Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Panca Bhakti Palu digabung menjadi universitas.
Baca juga : Gabung Dua Sekolah Tinggi, Universitas Azis Lamadjido Resmi Kantongi SK Mendikbud Ristek
Hal itu berdasarkan SK Mendikbud Ristek tentang Izin Penggabungan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Panca Bhakti Palu di Kota Palu dan Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Panca Bhakti Palu di Kota Palu menjadi Universitas Abdul Azis Lamadjido di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Panca Bhakti Sulawesi Tengah.
“Bersyukur, Universitas Azis Lamadjido telah memiliki legalitas,” ujarnya.
Rendy menjelaskan, usulan mengenai pendirian Universitas Azlam ini sudah lama ia cita-citakan. Seiring dengan perkembangan kedua sekolah tinggi yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Panca Bhakti Sulawesi Tengah yang didirikan oleh H Abdul Azis Lamadjido tersebut, Rendy selaku ketua Yayasan kemudian bermohon kepada Mendikbud Ristek untuk pendirian Universitas Abdul Azis Lamadjido. Permohonan tersebut ia sampaikan melalui surat permohon Nomor 050/YPPB-ST/VIII.2022tanggal 6 Agustus 2022.
“Alhamdulillah, tak lama berselang lama atau sekitar 6 atau 7 bulan, SK Mendikbud Ristek terbit menjawab cita-cita seluruh civitas akademika untuk meningkatkan status menjadi universitas melalui penggabungan kedua sekolah tinggi yang ada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Panca Bhakti Sulawesi Tengah,” kata Rendy.
Setelah memperoleh legalitas dari Mendikbud Ristek lanjutnya, sebagai tahap awal Universitas Azlam memiliki tiga fakultas. Yaitu, Fakultas Sosial Politik dan Komunikasi; Fakultas Pertanian, Peternakan dan Agro Teknik; serta Fakultas Ekonomi, Manajemen dan Bisnis. Prodi pada Fakultas Ekonomi, Manajemen dan Bisnis adalah Prodi Manajemen dan Prodi Akuntansi.
Sedangkan Prodi pada Fakultas Pertanian, Peternakan dan Agro Teknik yaitu, Prodi Pertanian, Prodi Peternakan, serta Prodi Agro Teknologi Pertanian.
Mantan anggota DPR RI tiga periode dari Fraksi PDIP ini berkomitmen, biaya kuliah di Universitas Azlam sangat terjangkau. Sehingga, anak-anak dari kalangan ekonomi menengah ke bawah pun bisa kuliah di Universitas Azlam. “Kami memiliki perhatian tersendiri bagi kaum dhuafa untuk bisa juga mengakses pendidikan di perguruan tinggi ini (Universitas Azlam) sebagaimana telah kami beri kemudahan bagi anak-anak dari kaum dhuafa untuk kuliah di perguruan tinggi di bawah naungan Yayasan Pendidikan Panca Bhakti Sulawesi Tengah melalui pemberian beasiswa,” kata Rendy. (teraskabar)







