Palestina, Teraskabar.id – Tiga warga pemukim Israel terluka parah pada Ahad malam (31/3/2024), dalam serangan penikaman di sebuah pusat perbelanjaan di pemukiman Gani Yavne, di wilayah pendudukan selatan Palestina.
Belakangan, kematian pelaku penikaman diumumkan, yang identitasnya belum diketahui. Sementara pasukan pendudukan sedang menyelidiki apakah pelaku berasal dari wilayah pendudukan di Tepi Barat.
Baca juga: 17 Orang Terluka Akibat Rusia Serang RS Bersalin-Anak Mariupol
Sumber Ibrani menyebutkan, pelaku penikaman di wilayah pendudukan selatan Palestina adalah seorang pemuda asal Kegubernuran Hebron, berusia 19 tahun.
Laporan berbahasa Ibrani menyebutkan, pasukan pendudukan melepaskan tembakan ke arah pelaku, sementara pencarian pelaku lainnya terus berlanjut di sekitar lokasi penikaman.
Disebutkan, pada pukul 22.57, diterima laporan sejumlah pemukim terluka akibat penikaman di Friendly Mall Jalan Gan Yavni, dan 3 pemukim mengalami luka berat.
Sementara itu, polisi pendudukan Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka menduga adanya serangan penikaman di Gan Yavni, timur Ashdod, dan tiga orang terluka parah, dan pelaku serangan tersebut telah diamankan.
Dilaporkan bahwa kepala polisi pendudukan sedang dalam perjalanan ke lokasi kejadian penikaman di Gan Yavni, di mana tiga pemukim Israel terluka.
Insiden tersebut terjadi beberapa jam setelah Brigade Al-Qassam, sayap militer gerakan Hamas, menerbitkan ulang pesan dari kepala stafnya, Muhammad al-Deif alias Abu Khaled, kepada pemuda Tepi Barat, wilayah pedalaman, dan Negev pada tanggal 7 Oktober (hari pelaksanaan Operasi Badai Al-Aqsa).
Belakangan terungkap identitas pelaku penikaman di wilayah pendudukan Gan Yavne di selatan Palestina adalah syahid Moamen Fayez Al-Masalma (19) dari Dura, selatan Hebron.
Media militer di Al-Qassam menerbitkan klip video pesan Muhammad Al-Deif, yang berbunyi: “Hari ini adalah harinya… setiap orang yang memiliki senjata harus mengeluarkannya, inilah saatnya, dan siapa pun yang tidak memiliki senjata pistol harus mengeluarkan parangnya, kapaknya, kapaknya, atau bom molotovnya… dengan truknya, buldosernya, atau mobilnya. Hari ini… sejarah membuka halaman yang paling terang, paling terang, paling terhormat. Siapa yang akan mencatat namanya, nama keluarganya, dan nama kotanya, di halaman terang dan kemuliaan. (teraskabar)








