Senin, 12 Januari 2026

Tim SAR Gabungan Temukan Lansia yang Dilaporkan Hilang di Perkebunan Desa Betue Poso

Tim SAR Gabungan Temukan Lansia yang Dilaporkan Hilang di Perkebunan Desa Betue Poso
Tim SAR gabungan menyerahkan ke pihak keluarga seorang perempuan lansia yang sebelumnya dilaporkan hilang, Jumat (4/7/2025). Foto: Basarnas

Poso, Teraskabar.id  – Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu melaksanakan operasi SAR terhadap satu orang lansia yang dilaporkan hilang di area perkebunan sekitar Sungai Lerian, Desa Betue, Kecamatan Lore Peore, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Pada Jumat  (4/7/2025) pukul 10.45 Wita, Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu tiba di lokasi kejadian dan langsung berkoordinasi dengan aparat desa setempat untuk melakukan pencarian. Tim SAR Gabungan dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU), yakni: SRU 1 melakukan pencarian ke arah tenggara dari lokasi kejadian (LKP), SRU 2 menyisir area kebun milik anak korban yang berada di sekitar Desa Betue.

Upaya pencarian membuahkan hasil pada pukul 15.30 Wita. Korban bernama Deda Tokao, seorang perempuan lansia berumur 79 tahun, ditemukan dalam kondisi selamat sekitar 585 meter dari LKP. Selanjutnya, korban dievakuasi menuju rumah keluarga pada pukul 15.45 WITA.

Pukul 16.00 Wita, seluruh unsur SAR yang terlibat kembali ke kesatuan masing-masing dan operasi SAR resmi diusulkan untuk ditutup.

Unsur SAR yang terlibat adalah Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Bhabinkamtibmas, Pemerintah Desa Betue, masyarakat setempat.

“Alhamdulillah, tim SAR gabungan berhasil menemukan korban dalam keadaan selamat dan telah diserahkan kepada pihak keluarga. Terima kasih kepada seluruh unsur yang telah terlibat dalam operasi ini,” ujar Muh. Rizal, S.H., Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Jumat (4/7/2025).

Sebelumnya, seorang warga Desa Batue bernama Deda Takao (79) dilaporkan hilang di sekitar kawasan Sungai Lerian, perkebunan Desa Batue, Kecamatan Lore Peore, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Informasi hilangnya perempuan lanjut usia ini pertama kali diterima dari Kepala Desa Batue, Bapak Rusmin, pada Jumat pagi, (4/7/2025) pukul 05.50 Wita. Korban terakhir kali terlihat pada Rabu (2/7/2025).

  Tim Pakar ITB Tuntaskan Penelitian Awal Keretakan Rumah Warga Sulewana

Menurut laporan keluarga, korban keluar rumah untuk mencari kayu di sekitar sungai namun tidak kunjung kembali.

Korban sempat terlihat oleh warga setempat pada pukul 16.00 Wita tanggal 2 Juli, sekitar 200 meter dari jembatan gantung Desa Batue. Namun hingga 3 Juli sore, upaya pencarian awal oleh warga belum membuahkan hasil.

Di lokasi yang diduga sebagai Last Known Position (LKP), ditemukan jejak berupa sayuran yang sudah layu, tumpukan kayu bakar, serta jejak kaki yang diduga milik korban, berjarak sekitar 300–500 meter dari sungai.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 06.00 Wita, Tim Rescue dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu diberangkatkan menuju lokasi kejadian menggunakan Rescue Car. Estimasi waktu tempuh dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu menuju Desa Batue adalah sekitar 3 jam 15 menit dengan jarak darat 134 kilometer. (red/teraskabar)