Sabtu, 24 Januari 2026

Tim SAR Kerahkan 476 Personel Gabungan ke Gunung Bulusaraung, Lokasi Diduga Pesawat ATR Jatuh

Tim SAR Kerahkan 476 Personel Gabungan ke Bulusaraung Lokasi Diduga Pesawat ATR Jatuh
Pelepasan Tim SAR gabungan menuju Gunung Bulusaraung lokasi diduga pesawat ATR yang memuat 10 orang jatuh, Ahad (18/1/2026). Foto: Basarnas

Maros, Teraskabar.id – Tim SAR sejak pagi tadi, Ahad (18/1/2026) sekitar pukul 6.15 Wita, telah mengerahkan sebanyak 476 personel gabungan menuju Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, titik lokasi diduga pesawat ATR jatuh. Personel gabungan ini terdiri dari aparat TNI Polri, pemerintah setempat dan mahasiswa potensi SAR yang ada di Sulawesi Selatan.

Kepala Bidang Operasi SAR Basarnas Makassar, Andi Sultan mengatakan operasi pencarian pesawat ATR yang diduga jatuh di sekitar lereng Gunung Bulusaraung tersebut, juga melibatkan helikopter dari TNI. “Pukul 6.30 Wita, helikopter tersebut akan take off untuk melakukan penyisiran sekitar wilayah titik koordinat yang telah kami plotkan,” kata Andi Sultan.

Dalam operasi pencarian ini juga memanfaatkan wifi portabel untuk mendukung kelancaran komunikasi, selain penggunaan Handy Talky.

Operasi pencarian kata Andi Sultan dibagi menjadi 5 sektor, menyusuri sektor yang telah ditentukan pada masing-masing tim. “Kami bagi dalam 5 sektor yang sudah dibagi A, B, C, D-nya,” ujarnya.

Tim I atau Tim Maju kata Andi, baru saja dilepas oleh Danrem menuju puncak Gunung Bulusaraung sekitar pukul 6.15 Wita. Saat di puncak, Tim Maju akan menerbangkan drone sebagai assesmen pencarian di sekitar lereng Gunung Bulusaraung.

Tim SAR Kerahkan 476 Personel

Sekaitan dengan temuan serpihan di sekitar lereng Gunung Bulusaraung, Andi Sultan belum bis memastikan bahwa serpihan itu adalah bagian dari pesawat ATR rute Yogyakarta-Makassar, yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak di wilayah Leang-Leang, Kabupaten Maros. Tapi melihat dari tanda yang ada di serpihan tersebut sudah ada titik terang untuk langkah proses pencarian selanjutnya.

Sebagaimana diketahui, sebuah pesawat jenis ATR milik maskapai Indonesia Air Transport dengan rute penerbangan Yogyakarta–Makassar dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026).

Pesawat ATR tersebut sebelumnya dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.

  Serpihan Pesawat ATR Ditemukan di Selatan Lereng Gunung Bulusaraung

Kepala Bidang Operasi SAR Basarnas Makassar Andi Sultan menyebutkan, informasi awal menyebutkan, pesawat hilang kontak terjadi sekitar pukul 13.17 WITA dan Basarnas Makassar telah menerima titik koordinat terakhir pesawat dari AirNav Indonesia dan langsung bergerak menuju lokasi.

“Saat ini tim kami sudah bergerak ke lokasi sesuai koordinat dari AirNav, berada di wilayah Kabupaten Maros, tepatnya di sekitar kawasan Leang-Leang (titik Pesawat ATR 400 hilang kontak),” ujar Andi Sultan.

Andi Sultan mengatakan, Basarnas Makassar langsung mengerahkan tim pertama berjumlah 5 orang, untuk melakukan asesmen awal di lokasi yang diduga menjadi titik terakhir pesawat hilang kontak.

Tak berselang lama, tim kedua dengan kekuatan 15 personel juga diberangkatkan untuk memperkuat proses pencarian dan pertolongan. Total 20 personel kini telah berada di sekitar titik koordinat pesawat ATR 400 hilang kontak.

“Selanjutnya, akan kami berangkatkan tim tambahan bersama potensi SAR sekitar 40 orang,” jelas Andi Sultan.

Pesawat ATR 400 tersebut diketahui milik Indonesia Air Transport dengan rute penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar. (red/teraskabar)