Indikasi dugaan kuat tidak berkualitasnya komposisi bahan cor yang dipergunakan pada jembatan tersebut dikarenakan tidak dilakukan pengujian mutu JMF sebelum dilakukan pengecoran, tetapi malah dilakukan pengambilan sampel pengujian saat campuran JMF sedang dipergunakan untuk pengecoran.
Baca juga: Hari Ini Jembatan IV Palu Mulai Dibangun, Masa Kerja 2 Tahun
Kepastian tidak dilakukan uji mutu sebelum dilakukan pengecoran jembatan itu, General Superintendent PT.TMJ, Musi Sriyanto saat ditemui di Desa Galumpang, menjelaskan kalau dalam melakukan pengujian mutu JMF, pihaknya tidak menunggu hasil lebih dulu, melainkan pengambilannya dilakukan saat pengecoran berlangsung.
“Sampel diambil kemudian dikirim ke Palu, dan hasilnya sejauh ini selalu sesuai dengan komposisi yang ditetapkan sesuai JMD,” kata Musi Sriyanto.
Ia juga mengakui, jembatan yang tengah dikerjakan itu sudah mengalami keterlambatan kontrak sejak 25 November, namun masih diberikan kesempatan hingga 50 hari. Disinggung mengenai progres, pihaknya berkeyakinan sesuai hitungan baru mencapai 70 persen, sementara terkait timbunan Oprit yang bukan merupakan Urpil tak dielakkannya. Menurutnya, material tersebut diangkut dari sungai yang pasirnya lebih banyak ketimbang batu.
“Terlihat hanya pasir, karena saat terkena hujan, pasirnya timbul, batu kerikil tertanam,” elak Musi Sriyanto.
Baca juga: Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Warga di Sekitar Jembatan IV Palu
Dimintai tanggapannya mengenai proses prosedur pengaplikasian komposisi JMF tersebut, PPK 1.3 Ruas Lingadan -Malala Ari Suabadra kepada wartawan, menjelaskan, untuk mendapat kualitas konstruksi yang bermutu, sebelum melakukan pengecoran rekanan wajib mengirim sampel pengujian mutu terlebih dahulu. Setelah adanya hasil uji laboratorium, barulah dilakukan pengecoran.







