Selasa, 20 Januari 2026
Daerah  

Tolak Tambang di Kasimbar Parimo, Warga Blokade Jalan Trans Sulawesi Sekitar Dua Jam

Warga memblokade jalan trans Sulawesi di Desa Kasimbar Utara, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parimo, dengan melakukan aksi duduk bersama, Senin (7/2/2022). Foto: Istimewa
Warga memblokade jalan trans Sulawesi di Desa Kasimbar Utara, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parimo, dengan melakukan aksi duduk bersama, Senin (7/2/2022). Foto: Istimewa

Peruntukan lahan tersebut akan banyak merugikan petani akibat wilayah hulu sungai yang terus dikeruk dan masifnya penggundulan hutan yang dilakukan oleh perusahaan tanpa memperhatikan aspek ekologisnya.

Ia menambahkan, sejak September 2021 hingga Januari 2021, pihak perusahaan telah beroperasi dan banyak meninggalkan kubangan limbah tanpa adanya reklamasi. Adanya aktivitas pertambangan mengakibatkan petani tak bisa menanam padi akibat air yang sudah bercampur limbah, serta lumpur sehingga  tidak Iayak lagi untuk dipergunakan bertani.

Akibatnya, saat ini ada puluhan ribu hektare sawah produktif yang berada di Desa Kasimbar Palapi, Desa Posona, Desa Kasimbar, Desa Cendana, dan Desa Kasimbar Selatan yang terancam rusak akibat sumber mata air yang sejak dulu digunakan petani, kini mulai dikeruk oleh PT. Trio Kencana.

Adapun lahan perkebunan, pertanian bahkan permukiman penduduk yang berada di Desa Tovalo, Desa Kasimbar Barat, Desa Ogodopi juga mulai terancam terdampak aktifitas pertambangan yang saat ini sudah dilakukan oleh perusahaan di wilayah pegunungan, yang semuanya merupakan pusat perkebunan dan pertanian milik warga.

“Oleh sebab itu kami dari Aliansi Rakyat Tani Peduli Lingkungan Kecamatan Kasimbar, Kecamatan Tinombo Selatan, Kecamatan Toribulu, secara tegas menolak pertambangan dalam bentuk apapun,” ujarnya.

Massa aksi juga mendesak usut tuntas dan adili camat serta oknum kepala desa yang terlibat dalam pertambangan di Kecamatan Kasimbar.

Massa aksi membubarkan diri secara tertib pada pukul 12.35 setelah memperoleh penjelasan dari staf ahli Gubernur, yang menyampaikan informasi bahwa Gubernur Sulteng Rusdy Mastura  berjanji akan menemui warga pada Minggu, 13 Februari 2022, untuk mendengar langsung aspirasi mereka. (teraskabar)