Morowali, Teraskabar.id – Ketua Fraksi Perindo DPRD Morowali, Putra Bonewa, angkat bicara terkait tragedi kematian bayi yang memicu perhatian publik. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa tragedi kematian bayi di sebuah fasilitas kesehatan tidak boleh dipandang sebagai insiden biasa, melainkan sebagai persoalan serius yang berkaitan dengan keselamatan warga dan hak rakyat untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang layak. Putra Bonewa menilai, setiap dugaan kelalaian medis atau pelanggaran prosedur wajib diungkap terang benderang, sehingga kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Ketua DPD Perindo Kabupaten Morowali ini meminta pihak terkait segera memberikan penjelasan resmi mengenai alur penanganan pasien sejak awal hingga peristiwa tragedi kematian bayi tersebut terjadi.
Menurutnya, transparansi merupakan kunci agar publik memahami apa yang sebenarnya berlangsung di balik kasus ini. Ia menegaskan bahwa seluruh proses medis, mulai dari pelayanan awal hingga tindakan lanjutan, perlu dibuka secara jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Putra Bonewa menyatakan dukungannya terhadap langkah DPRD untuk menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) khusus guna menelusuri apakah terdapat unsur kelalaian dalam peristiwa itu. Ia menyebut, DPRD memiliki mandat untuk memastikan pelayanan publik berjalan sesuai standar dan masyarakat terlindungi.
“RDP harus jadi ruang klarifikasi, ruang untuk mencari kebenaran, dan ruang untuk memastikan keluarga korban mendapatkan keadilan,” tegasnya, Senin (24/11/2025).
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya evaluasi menyeluruh atas kualitas layanan kesehatan di daerah. Menurutnya, tragedi kematian bayi seperti ini tidak boleh terjadi di tengah upaya pemerintah meningkatkan kualitas fasilitas kesehatan.
Ia mendesak agar pemerintah daerah, manajemen fasilitas kesehatan terkait, serta lembaga pengawas bekerja lebih disiplin dalam memantau standar operasional prosedur.
“Keselamatan pasien adalah yang utama. Jika ada kekurangan, maka harus diperbaiki. Jika ada kelalaian, maka harus diproses,” katanya.
Putra Bonewa juga menegaskan bahwa kasus ini bukan sekadar persoalan teknis medis, tetapi menyangkut martabat rakyat yang seharusnya mendapatkan layanan kesehatan yang manusiawi dan profesional.
Ia menilai, peristiwa tersebut menjadi pengingat penting bagi semua pihak bahwa negara memiliki kewajiban untuk memastikan setiap warga mendapatkan hak dasar secara utuh. Menurutnya, suara keluarga korban dan masyarakat tidak boleh diabaikan, sebab mereka berhak atas kejelasan dan keadilan.
Di akhir pernyataannya, Putra Bonewa menegaskan kembali komitmennya untuk mengawal kasus ini hingga selesai. Ia menyatakan akan mendorong semua pihak terkait agar bertanggung jawab penuh terhadap hasil penyelidikan.
Dengan menegaskan pentingnya penanganan masalah tragedi kematian bayi secara transparan, ia berharap kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan dapat dipulihkan.
“Ini soal hak rakyat, dan kita wajib hadir untuk rakyat,” tutupnya. (Ghaff/Teraskabar).






