Morowali, Teraskabar.id – Turnamen sepakbola IBR Cup akan segera digelar. Panitia mempersiapkan ajang ini sebagai ruang kompetisi terbuka yang mengedepankan sportivitas dan kebersamaan.
Selain itu, panitia menetapkan total hadiah sebesar Rp100 juta. Nilai tersebut diharapkan dapat mendorong klub-klub lokal untuk mempersiapkan tim secara maksimal. Dengan demikian, ajang ini bukanlah event yang kecil.
Turnamen Sepakbola IBR Cup, Ajang yang Terbuka
Panitia merancang IBR Cup sebagai ajang sepak bola rakyat yang terbuka. Penyelenggara membuka kesempatan bagi tim-tim lokal untuk berpartisipasi. Karena alasan itu, turnamen ini diharapkan menjadi panggung pembuktian bakat-bakat daerah.
Di sisi lain, panitia juga menekankan nilai persatuan. Turnamen ini mengajak masyarakat untuk hadir, mendukung, dan merayakan olahraga bersama. Dengan begitu, sepak bola kembali menjadi ruang pemersatu.
Pernyataan Ketua Tim Kerja IBR
Ketua Tim Kerja IBR (Iksan Bersama Rakyat), Asfar, SE., menegaskan bahwa turnamen ini membawa misi yang lebih luas dari sekadar kompetisi. Ia menekankan pentingnya peran olahraga dalam membangun karakter dan solidaritas sosial.
“Turnamen ini kami siapkan sebagai ruang silaturahmi melalui sepak bola. Kami ingin lapangan menjadi tempat lahirnya semangat kebersamaan, sportivitas, dan harapan baru bagi generasi muda,” ujar Asfar, Jumat (2/1/2026).
Turnamen Sepakbola IBR CUP Digelar Maret 2026 di Desa Bente
Panitia menetapkan Maret 2026 sebagai waktu pelaksanaan. Lapangan Kita Sangkani, Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah, akan menjadi pusat seluruh pertandingan.
Hadiah Besar Dongkrak Antusiasme
Total hadiah Rp100 juta menjadi magnet utama. Angka tersebut diharapkan dapat meningkatkan motivasi peserta untuk tampil maksimal. Karena itu, Turnamen sepakbola IBR Cup diprediksi akan diikuti banyak tim dengan kualitas permainan yang tinggi.
Panitia juga menyiapkan penghargaan individu. Pemain terbaik, top skor, dan kiper terbaik akan menerima apresiasi khusus. Dengan cara ini, panitia mendorong semangat kompetisi yang sehat.
Pada akhirnya, turnamen ini tidak hanya menghadirkan pertandingan, tetapi juga membawa harapan. Turnamen ini memperkuat peran olahraga sebagai alat pemersatu, penggerak semangat, dan kebanggaan masyarakat.
“Sepakbola dicintai oleh semua orang. Kita ingin ajang ini menjadi alat pemersatu, bukan sekedar turnamen. Kita punya harapan besar, event ini akan menjadi penggerak semangat bagi kita semua untuk terus menggelorakan sepakbola Morowali,” tutup Asfar. (Ghaff/Teraskabar).






