Palu, Teraskabar.id – Universitas Abdul Azis Lamadjido (AZLAM) menggelar diseminasi snack ternak berbahan bakul lokal (Berakal) selama lima hari di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Diseminasi yang dibuka Wakil Rektor Dr. Sitti Ulfa, SE, M.Si mewakili rektor dilaksanakan di Latoratima Café, Sabtu (9/12/2023), dan akan berlangsung hingga Rabu (13/12/2023).
Kegiatan yang diiikuti 12 peserta terdiri 10 orang peternak dan 2 mahasiswa dari Program Studi Manajamen dan Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Azlam, dirangkaikan dengan praktikum Kerjasama dengan SMK Negeri 1 Dolo, Kabupaten Sigi.
Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Universitas Azlam, Dr Livawanti dihubungi media ini menjelaskan, kegiatan diseminasi snack ternak BERAKAL tersebut merupakan rangkaian dari Pembinaan UMKM Berbasis Kemitraan pada Pendanaan Padanan Kedaireka.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi yang disampaikan secara bergantian oleh tiga narasumber yaitu, Ihsan S,Pt dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sigi, Budi Wirawan, ST, M.Sc dari Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Sigi, serta Dr. Livawanti, S.Pt, M.Sc dari Universitas Azlam.
Materi pertama terkait Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang disampaikan oleh Ihsan, S.Pt dari Dinas Peternakan Kabupaten Sigi dan Dinas Pertanian Kabupaten Sigi.
Dilanjutkan pemaparan materi kedua terkait Penggunaan Alat dari UMKM Ternak BERAKAL.
Kemudian, materi terkait Produksi Snack Ternak Berbahan Baku Lokal (BERAKAL) serta lanjutan dari materi UMKM Ternak BERAKAL.
Setelah itu lanjut pada pemaparan materi membahas mengenai pengemasan yang dipaparkan oleh pelaku UMKM Ternak BERAKAL.
Terakhir, adalah materi pemasaran yang disampaikan oleh Dr. Livawanti, S.Pt, M.Sc dari Universitas AZLAM.
Dari kegiatan ini lanjutnya, bisa menghasilkan luaran;
Pertama, terpenuhinya permintaan pakan ternak oleh mitra. Artinya, karena Sulawesi Tengah penyangga IKN maka pemenuhan ternak bukan hanya menjadi tanggung jawab Kabupaten Sigi, tetapi beberapa kabupaten lain yang ada di Sulawesi Tengah. Sehingga, penyebaran produksi snack ternak BERAKAL bisa berkelanjutan;
Kedua, termanfaatkannya bahan baku lokal (BERAKAL) Kelor; Sebab, Sulawesi Tengah merupakan penghasil kelor terbaik, selain kandungan yang dimiliki karena semua kabupaten kota memiliki tanaman kelor yang menjadi salah satu bahan baku lokal dalam menunjang nutrisi dan kenaikan bobot badan ternak. Karena setiap daerah yang ada di Sulawesi Tengah memiliki tanaman kelor, maka tanaman kelor ini selain daunnya dikonsumsi oleh masyarakat tetapi juga untuk pakan sehingga program ini tetap berlanjut;
Ketiga, Pemahaman masyarakat terhadap pakan ternak bernutrisi.
“Maksudnya adalah edukasi masyarakat tentang Snack ternak BERAKAL bernutrisi dan memberikan pemahaman untuk meninggalkan pemberian pakan ternak konvensional dengan memberikan pakan untuk ternak hanya sekedar terpenuhi makanannya tanpa memikirkan asupan gizi ternak, sementara bahan baku kelor berlimpah yg berkualitas dan ekonomis. (teraskabar)







