Untuk Memastikan Varian Covid-19 di Sulteng, Dinkes Kirim 19 Sampel ke Jakarta

Palu, Teraskabar.id– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) segera bertindak untuk menekan agar kenaikan drastis kasus Covid-19 pada Kamis (3/2/2022), tidak berlanjut ke hari berikutnya.

Upaya tersebut dengan mengirim sampel ke Jakarta dari pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 pada kasus harian, Kamis (3/2/2022).

“Hari Kamis (mengirim sampel ke Jakarta),” kata dr Jumriani dihubungi, Sabtu malam (5/2/2022).

Jumlah sampel yang dikirim kata dr Jumriani, sesuai temuan kasus pada hari itu juga, yaitu 19 sampel.

“19 sampel yang dikirim,” ujarnya singkat.

Sebelumnya, Juru Bicara Pusdatina Covid-19 Provinsi Sulteng, Adiman, SH, M.Si, Kamis (3/2/2022), mengatakan, Kabid Pencegahan Penyakit Menular Dinkes Sulteng, dr Jumriani melaporkan akan mengirimkan sampel kasus ke Jakarta, untuk mengetahui varian kasus Covid-19 yang terjadi saat ini di Sulteng.

Langkah tersebut menyikapi peningkatan drastis angka penularan Covid-19 di Sulteng, setelah 2 bulan terakhir penularan Covid-19 sempat melandai.

Berdasarkan laporan Pusdatina Covid-19 Sulawesi Tengah, Kamis (3/2/2022), tercatat 18 kasus harian Covid-19 di provinsi ini.

Lima daerah dilaporkan terdapat kasus baru, yaitu Kota Palu, Kabupaten Tolitoli, Kabupaten Poso, Kabupaten Morowali, dan Kabupaten Donggala. 

Kota Palu merupakan penyumbang tertinggi angka kasus harian terkonfirmasi Covid-19 yaitu 12 orang, menyusul Kabupaten Donggala 3 orang. Kabupaten Tolitoli, Poso dan Morowali masing-masing satu kasus.

Sehingga, total kasus aktif di Sulteng sebanyak 54 orang atau terjadi penambahan 17 pasien karena terdapat seorang pasien sembuh di Kabupaten Tojo Unauna.

Pasien aktif, tertinggi di Kota Palu mencapai 19 orang, kemudian Poso 10 orang, Donggala 6 orang, Sigi dan Tolitoli masing-masing 5 orang.

Selanjutnya, Kabupaten Morowali Utara 3 orang, Banggai 2 orang, serta Banggai Laut, Kabupaten Buol, Morowali dan Morowali Utara masing-masing 1 orang. Seluruh pasien tersebut menjalani isolasi mandiri kecuali seorang pasien di Kabupaten Donggala menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi terpusat. (teraskabar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *