Senin, 12 Januari 2026

Vakum Akibat Bencana Tsunami, Pasangan BERANI Kembali Hidupkan Lomba Perahu Layar Tradisional di Tawaeli

Vakum Akibat Bencana Tsunami, Pasangan BERANI  Kembali Hidupkan Lomba Perahu Layar Tradisional di Tawaeli
Warga begitu antusias mendatangi lokasi lomba perahu layar tradisional di Kecamatan Tawaeli, Kota Palu, Ahad (1/9/2024). Foto: Media Center BERANI

Palu, Teraskabar.idLomba Perahu Layar Tradisional BERANI RACE yang didukung penuh Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Gubernur  dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Dr. Anwar Hafid, M.Si dan dr. Reny Lamadjido, M.Kes mendapat sambutan meriah dari masyarakat Kecamatan Tawaeli, Kota Palu.

Lomba ini diselenggarakan di Pantai Bamba, Kelurahan Panau, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu, Ahad (1/9/2024).

Pantauan media ini di lokasi kegiatan, masyarakat sangat antusias mendatangi lokasi kegiatan lomba Balap Perahu Layar Tradisional tersebut dengan membawa serta keluarganya.

Baca jugaPasangan BERANI Berjalan Kaki Menuju ke KPU Sulteng, Anwar Hafid: Kami Ingin Lebih Dekat Warga

Bahkan, sebelum Anwar Hafid dan Reny Lamadjido tiba di lokasi kegiatan, terlihat sudah banyak masyarakat yang berdatangan hingga melebihi kapasitas kursi yang disediakan panitia.

Terlihat ratusan warga di Lokasi kegiatan sangat antusias menunggu kedatangan Bapaslon Anwar – Reny yang dikenal dengan akronim BERANI (Bersama Anwar – Reni).

Sejumlah pedagang asongan tak ingin melwatkan kesempatan tersebut. Mereka ikut meramaikan kegiatan dengan menjajakan jualannya di lokasi kegiatan lomba Perahu Layar Tradisional BERANI Race tersebut.

Ketua Panitia Kegiatan Lomba Perahu Layar Tradisional BERANI RACE, Syukur Lembah, dalam sambutannya mengatakan, lomba perahu layar tradisional ini merupakan kegiatan yang telah dilakukan secara turun temurun dari nenek moyang mereka.

“Kegiatan ini merupakan budaya nenek moyang kami dan tiap tahun akan dilaksanakan,” ungkapnya.

Baca jugaPasangan BERANI Selesai Jalani Tes Kesehatan, Reny: Punya Kenangan Sendiri dengan Undata

“Sebenarnya, lomba ini akan kami laksanakan di tahun 2019 kemarin. Tetapi karena bapak Anwar tidak mendapatkan perahu untuk berlayar, maka kami menghentikan kegiatan ini,” tambahnya.

  Harapan Perolehan Suara Pasangan BERANI Sebanyak Gerimis di Malam Deklarasi

Ia menambahkan, dampak dari bencana tsunami juga menjadi salah satu alasan mengapa lomba ini belum dilaksanakan pada tahun tahun sebelumnya.

“Alasan ke dua, itu karena tsunami makanya kami belum menggelar kembali lomba perahu layar tradisional. Tetapi dengan adanya perahu bapak Anwar Harid dan Ibu Reny, kita langsung melaksanakan kegiatan ini dan didukung penuh Pasangan BERANI,” jelasnya.

Syukur Lembah menjelaskan, akibat waktu persiapaan pelaksanaan lomba yang kasip sehingga peserta yang mendaftar hanya sebanyak 37 peserta.

Sementara itu, Farhan Rahman, selaku koordinator kegiatan lomba, menjelaskan bahwa perlombaan ini sebagai bentuk dukungan terhadap komunitas lokal yang cinta dengan budaya dan tradisi perahu tradisional.

Baca jugaBerkah Tabligh Akbar Pasangan BERANI di Bolano Lambunu Parimo, Dagangan Penjual Asongan Laris Manis

“Tentunya terima kasih kepada Bapak Anwar dan Ibu Reny karena kegiatan ini merupakan bentuk dukungannya terhadap kelestarian budaya masyarakat yaitu lomba perahu tradisional,” kata Farhan.

Farhan kemudian menjelaskan bahwa kegiatan lomba ini berlangsung dan dibagi dalam dua seri yakni, seri A dan Seri B.

Seri A sendiri dimulai dari Desa Lero dan berakhir di Pantai Bamba, Kelurahan Panau, dengan jarak lintasan lomba sekitar 30 kilometer. Sebanyak 20 peserta turut berpartisipasi dalam seri ini.

Sedangkan Seri B dimulai dari Desa Pangga, Kabupaten Donggala, dan berakhir di Pantai Bamba dengan jarak lintas lomba  sejauh 17 kilometer, diikuti 17 peserta.

Para peserta lomba sendiri tidak hanya berasal dari Kota Palu, tetapi juga dari Kabupaten Donggala. Hal ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat terhadap budaya lokal ini.

Adapun hadiah yang diperebutkan dalam lomba ini cukup menarik. Untuk Seri A, juara pertama mendapatkan uang tunai sebesar Rp3.000.000, juara ke dua Rp2.500.000, juara ke tiga Rp1.500.000, dan juga insentif untuk juara harapan 1 hingga 4.

  Puluhan Warga Datangi Kantor Desa Bulan Jaya Touna, Pertanyakan Dana Desa

Sedangkan untuk Seri B, juara pertama memperoleh Rp2.000.000, juara ke dua Rp1.500.000, juara ke tiga Rp1.000.000, serta insentif bagi juara harapan 1 hingga 4.

Bonus hadiah dalam lomba ini disponsori langsung oleh pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid dan Reny A Lamadjido, sebagai bentuk dukungan mereka terhadap pelestarian budaya lokal. Kegiatan lomba juga dimeriahkan dengan panggung hiburan musik. (red/teraskabar)