Senin, 12 Januari 2026

Wabup Morowali Tampil Anggun dalam Balutan Baju Adat Sulsel

Dalam balutan baju adat Sulawesi Selatan kehadiran Iriane Iliyas dalam Musda KKSS Morowali tampak anggun.

Morowali, Teraskabar.id – Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Morowali, Sabtu (25/10/2025) di Gedung Ahmad Hadie, Kelurahan Matano, Kecamatan Bungku Tengah. Wabup Morowali tampil anggun.

Dalam acara yang dihadiri para tokoh masyarakat, pejabat daerah, dan warga KKSS, Wabup Morowali tampil anggun dalam balutan baju adat Sulawesi Selatan. Iriane Iliyas tampak berwibawa, lembut, dan penuh kehangatan.

Kehadiran Wakil Bupati tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi peserta Musda. Busana adat yang dikenakannya menampilkan perpaduan warna lembut dengan sentuhan kain sutra khas Sulawesi Selatan.

Dalam momen tersebut, Iriane duduk berdampingan dengan Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, yang hadir membuka Musda KKSS. Sejumlah tokoh juga tampak hadir, di antaranya Ketua Dewan Adat Tobungku, H.M.I. Ridhwan, serta Wakapolres Morowali, Kompol Awaluddin Rahman, S.H., M.H. Kehadiran Iriane Iliyas yang tampil anggun di tengah-tengah kegiatan itu memberi kesan mendalam bagi peserta Musda.

Maya, salah seorang peserta Musda yang berasal dari Pilar KKSS, yaitu dari Kerukunan Keluarga Besar Makassar (KKBM), mengatakan bahwa kehadiran Iriane Iliyas memberi warna tersendiri dalam acara tersebut.

“Ibu Wabup Morowali tampil anggun, terlihat sangat cantik dan anggun dengan baju adat. Beliau membawa suasana berbeda, sederhana tapi berkelas. Rasanya kami semua bangga,” ucap Maya.

Musda KKSS sendiri menjadi ajang silaturahmi antarwarga Sulawesi Selatan di Morowali. Acara tersebut berlangsung khidmat dan penuh suasana kekeluargaan. Di sela-sela kegiatan, telihat momen Wakil Bupati yang tetap tersenyum ramah kepada setiap peserta Musda.

Wabup Morowali tampil anggun bukan hanya karena busana adat yang dikenakannya, melainkan karena kehadirannya yang membawa keteduhan. Dalam diam yang berisi penghargaan, beliau menegaskan bahwa keanggunan seorang pemimpin tidak selalu diukur dari kata-kata, tetapi juga dari sikap dan kehadiran yang memberi makna. (Ghaff/Teraskabar).