Palu, Teraskabar.id – Warga hingga para pengusaha mulai berharap agar Anwar Hafid dan Reny A Lamadjido bisa segera dilantik sebagai gubernur dan wakil gubernur terpilih usai KPU Provinsi Sulteng menetapkan sebagai Paslon peraih suara terbanyak Pilkada Sulteng 2024 hasil rekapitulasi perolehan suara berjenjang.
Harapan tersebut disampaikan Martinus (24) dan Risman (53), warga Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) kepada media ini.
“Sehingga program pendidikan dan kesehatan gratis yakni hanya dengan kartu tanda penduduk atau KTP dapat dilayani berobat gratis. Dan biaya pendidikan dari SMA/SMK sampai perguruan tinggi ditanggung oleh pemerintah provinsi, sebagaimana janji kampanye Anwar – Reny,” kata keduanya saat bersua dengan media ini di Kota Palu, Sabtu (14/12/2024).
Hal senanda juga dikatakan Merry (46), warga Kota Palu. Wanita paruh baya ini berharap tidak ada lagi sengketa pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang dapat menghambat percepatan pelantikan gubernur dan wakil gubernur terpilih periode 2024-2029 ini.
“Apalagi selisih perolehan suaranya jauh yakni kurang lebih 7 persen. Sedangkan ambang batas yang dipersyarat dapat digugat sekitar 1,5 persen – 2 persen,” ungkapnya.
Begitu juga harapan David Wijaya. Pengusaha alat-alat otomotif ini mengaku sejak tahun 2020, sudah menaruh simpati terhadap sosok Anwar Hafid.
“Waktu itu kebetulan beliau jadi khatib di Masjid Agung Baitul Rahim, saya melihat langsung bagaimana kecerdasannya berkhobah dan pemahaman agamanya. Jadi saya salut dan sangat simpati dengan beliau,” aku David.
Harum (61), warga Silae kota Palu juga berharap gubernur dan wakil gubernur Sulteng terpilih tak ada lagi hambatan, sehingga program-program kemasyarakatannya bisa secepatnya dilaksanakan.
“Program-program BERANI sangat baik, olehnya kita masyarakat sudah tidak sabar lagi menunggu gubernur dan wakil gubernur dilantik, agar program-programnya segera dilaksanakan dan dirasakan masyarakat,” tuturnya.
Begitupula dengan Diana (62), warga Tentena, sangat berharap program kesehatan gratis dan sarjana pengangguran segera dicarikan solusinya agar bisa mendapatkan pekerjaan sebagaimana janji kampanye paslon BERANI itu.
Abdul Kadir (59), mengatakan setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulteng mengumumkan pemenang Paslon gubernur dan wakil gubernur dengan selisih perolehan suara yang sangat signifikan, maka sebagai warga Sulteng berharap tidak ada lagi persoalan sengketa Pilkada.
“Mari kita legowo menerimah hasil pilgub yang sudah melalui rekapitulasi berjenjang, sehingga pelantikan tepat waktu. Dan program-program BERANI Sulteng NAMBASO dapat segera direalisasikan,” harapnya. (red/teraskabar)






