Jumat, 12 Juni 2026
Home, Umum  

Wartawan Diintimidasi Saat Konfirmasi Dugaan Biaya Mahal Wisuda STIA Pembangunan Palu

Wartawan Diintimidasi Saat Konfirmasi Dugaan Biaya Mahal Wisuda STIA Pembangunan Palu
Kampus STIA Pembangunan Palu. Foto: Istimewa

Palu, Teraskabar.id – Wartawan berinisial MZ mengaku diintimidasi saat melakukan upaya konfirmasi terkait pemberitaan dugaan biaya yang mahal untuk wisuda dan pungutan akademik di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Palu, Selasa (19/5/2026).

Peristiwa itu terjadi ketika MZ mendatangi kampus STIA Pembangunan Palu di Jl Nuri, Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, sekitar pukul 14.00 Wita.

Kedatangan MZ bertujuan menemui ketua panitia wisuda untuk meminta konfirmasi terkait keluhan mahasiswa mengenai kenaikan biaya wisuda dan sejumlah pungutan akademik yang sebelumnya telah diberitakan.

“Semalam saya sudah konfirmasi sama ketua. Katanya beliau tidak mengetahui soal biaya wisuda, pak ketua bilang itu urusannya ketua panitia wisuda. Jadi baru-baru ini saya niatnya mau ketemu ketua panitia,” ujar MZ.

Wartawan Diintimidasi Saat Konfirmasi dan Mendapat Respon Nada Tinggi

Namun, saat berada di kampus, MZ mengaku mendapat respons bernada tinggi dari Ketua STIA Pembangunan Palu.

“Kan sudah saya jelaskan, kenapa lagi dimuat-muat seperti itu,” kata Ketua STIA Pembangunan Palu kepada MZ, sebagaimana rekaman yang dimiliki wartawan tersebut.

MZ mengatakan, sejak awal suasana pertemuan sudah berlangsung tegang.

Dalam rekaman itu, Ketua STIA Pembangunan Palu disebut berbicara dengan nada tinggi dan terkesan marah.

“Istigfar kanda, jangan dulu tinggi-tinggi suara,” kata MZ dalam percakapan tersebut.

“Saya sudah kasih tahu pak ketua suaranya jangan tinggi-tinggi, tapi suasana memang dari awal sudah tinggi,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, MZ juga mengaku mengalami tindakan intimidatif saat hendak meninggalkan lokasi kampus.

Ia menyebut kaca samping kendaraan bagian pengemudi dipukul oleh seorang oknum staf ketika dirinya akan pulang.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak STIA Pembangunan Palu terkait dugaan intimidasi terhadap wartawan tersebut maupun insiden pemukulan kaca mobil. (red)

  Ditetapkan Tersangka Tanpa Audit BPK, Kades Tamainusi Merasa Dizalimi