Soroako, Teraskabar.id – PT Vale Indonesia menegaskan dedikasinya terhadap budaya kerja yang aman dan produktif. Selama beroperasi lebih dari lima dekade ini, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) yang merupakan bagian dari MIND ID, selain fokus meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan, juga berkomitmen menciptakan ekosistem kerja untuk menekan angka kecelakaan.
Dengan mengedepankan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) dan mendorong setiap individu memiliki peran untuk memastikan keselamatan dan kesehatan kerja di lingkup operasional perseroan, merupakan salah satu strategi perusahaan dalam menekan angka kecelakaan kerja.
Kolaborasi seluruh elemen perseroan selama tahun 2024, PT Vale Indonesia di penghujung tahun 2024 berhasil mencatatkan pencapaian luar biasa. Tahun 2024 ditutup dengan zero fatality dan statistik kecelakaan terendah dalam sejarah perusahaan.
Melalui semangat kebersamaan dan kepedulian, PT Vale optimistis mampu mewujudkan lingkungan kerja yang lebih aman, sehat, dan produktif pada 2025. Mari mulai dari diri sendiri, mari mulai bersama. Start With Me!
Budaya K3 terus digaungkan PT Vale Indonesia di seluruh area operasionalnya, yaitu Sorowako, Morowali, dan Pomalaa. PT Vale selalu tampil sebagai pelopor budaya keselamatan kerja bagi perusahaan pertambangan di Indonesia.
PT Vale telah menunjukkan bahwa budaya keselamatan tidak hanya melindungi pekerja tetapi juga meningkatkan produktivitas.
Dengan mengusung kampanye “Start With Me”, PT Vale mendorong setiap individu untuk menjadikan keselamatan sebagai tanggung jawab bersama. Budaya keselamatan ini tidak hanya aturan kerja, tetapi bagian tak terpisahkan dari nilai perusahaan.
Ambisi Jadi Perusahaan Tambang Paling Aman dan Andal di Dunia
PT Vale memahami bahwa keselamatan tidak hanya tentang pencegahan kecelakaan personal, tetapi juga tentang mengantisipasi dan mengurangi potensi bahaya yang berhubungan dengan proses operasional.
PT Vale berkomitmen untuk meminimalkan kecelakaan kerja fatal dan Penyakit Akibat Kerja (PAK) melalui strategi manajemen risiko yang komprehensif, termasuk aspek keselamatan proses. Langkah ini untuk menopang ambisi perseroan menjadi perusahaan pertambangan paling aman dan andal di dunia dengan berupaya menanamkan budaya keselamatan yang kuat.
“Manajemen risiko dan keselamatan proses menjadi inti dari semua keputusan dan tindakan. Keberhasilan Program K3 dapat menekan kerugian dan meningkatkan kualitas hidup,” kata Acting Chief Technology Officer (CTO) PT Vale, Muhammad Jinan Syakir.
Selain itu, PT Vale mengutamakan keselamatan dengan prinsip “HomeSafe”, mengedepankan engineering control dalam desain dan prosedur operasional untuk mengurangi risiko.
“Perseroan memastikan keamanan semua area kerja dan proses operasional, dengan evaluasi dan peningkatan sistem kontrol yang berkelanjutan. Standar keselamatan ini berlaku bagi semua karyawan dan kontraktor, menjamin lingkungan kerja yang aman dan terkontrol,” tuturnya.
Dalam mengedepankan keselamatan, PT Vale terus mengingatkan karyawan dan kontraktor bahwa “Safety Yes, Production Yes” bukan hanya tagline, tetapi juga filosofi kerja.
“Ini memastikan bahwa semua anggota tim bekerja dalam lingkungan yang aman dan terkontrol, dimana manajemen risiko dan keselamatan proses adalah prioritas utama, memungkinkan mereka untuk kembali ke rumah dengan selamat “HomeSafe” setiap hari,”ungkapnya.
PT Vale Optimalkan Digitalisasi untuk Tingkatkan Keselamatan
PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) sangat konsen terkait penerapan nilai-nilai keselamatan dan kesehatan dalam bekerja, dengan turut andil berkontribusi dalam menciptakan suasana kerja aman dan selamat untuk keberlanjutan.
Plt Presiden PT Vale, Adriansyah Chaniago mengatakan, pembahasan tentang safety (keselamatan) dan sustainabalilty (keberlanjutan), teknologi dan digitalisasi merupakan suatu keniscayaan saat ini.
“Kita harus bisa ikut menyertakan itu untuk meningkatkan aspek safety dan sustainability. Namun demikian, peningkatan harus kita lihat bukan dari sisi biaya, kita lihat dari sisi revenue. Jadi, digitalisasi bisa digunakan sebagai suatu investasi yang ke depannya akan safety dan sustainability dan akhirnya tentu juga dengan bisnis itu sendiri,” katanya..
Dalam penerapan soal keselamatan dalam bekerja, PT Vale menerapkan prinsip ‘Belajar Bersama’ untuk meningkatkan kualitas hidup dan membangun masa depan.
“Jadi, kami tuangkan menjadi beberapa perilaku, fokus utama keselamatan dan keberlanjutan. Kami tuangkan secara detail ke Key Perfomance Indicator (KPI) seluruh personel PT Vale, baik manajemen, maupun tim kerja. Dan ini direview setiap enam bulan, terutama keselamatan dan pengelolaan risiko dan ada juga kampanye HomeSafe,” kata Adriansyah.
Adriansyah mengungkapkan, PT Vale juga telah mengimplementasikan teknologi untuk aspek keselamatan sebagai cara meminimalisasi tingkat kecelakaan. Salah satu metode untuk menganalisis risiko yang telah dilakukan, yakni dengan menggunakan metode bow tie.
“Kami coba petakan faktor-faktor kecelakaan kerja, yakni karena mengantuk, overspeed yaitu melebihi kecepatan dari yang ditetapkan, dan faktor karena interaksi dengan alat berat,”ungkap Adriansyah.
Tak hanya itu, implementasi standar keselamatan baru untuk alat transportasi karyawan juga dilakukan. Termasuk menyediakan Closed Circuit Television (CCTV) atau kamera pengawas, dust camera, kamera sensor mundur, kamera sensor depan, dan fatigue detection.
“Fatigue detection sangat penting karena kita beroperasi tiga shift selama 24 jam tidak berhenti. Ada poin-poin di mana manajemen tidak hadir. Bahkan ada sub-manager yang tidak ada di sana. Kita banyak pakai teknologi, bagaimana fatigue management bisa meng-alert driver yang mulai mengantuk matanya. Dan penerapan ini dibarengi dengan satu kultur yang kita terapkan di perusahaan,” ungkap Adriasyah. (red/teraskabar)







