Palu, Teraskabar.id – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) menyiapkan 3.148 personel untuk pengamanan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 pada pelaksanaan Operasi Lilin Tinombala 2022.
“Mereka yang terlibat dalam operasi Lilin Tinombala 2022 terdiri dari unsur kepolisian, TNI, instansi terkait dan mitra Kamtibmas,” kata Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Polisi Didik Supranoto melalui keterangan tertulis yang diterima media ini, Selasa (20/12/2022).
Kepolisian juga kata Didik, akan menggelar 72 pos pengamanan (Pospam) dan 21 pos pelayanan (Posyan) di wilayah Sulteng. Hal itu semua dilakukan guna memberikan rasa aman, nyaman kepada warga yang melaksanakan ibadah natal, mudik Nataru dan malam pergantian tahun.
Baca juga : 4.184 Personel Gabungan Dilibatkan pada Pengamanan Idul Fitri 1443 H
“Diharapkan kepada masyarakat untuk memantau perkembangan cuaca apabila akan mudik sehingga segala sesuatunya bisa diatasi, laksanakan ibadah natal dengan penuh rasa syukur dan gembira bersama keluarga serta tidak melakukan eforia berlebihan pada saat malam pergantian tahun,” ujarnya.
Sebelum ribuan personel pengamanan itu diterjunkan ke lapangan, Polda Sulteng menggelar rapat koordinasi (Rakor) lintas sektoral yang berlangsung di Sriti Convention Hall Jalan Durian, Palu, Selasa (20/12/2022). Rakor tersebut untuk mematangkan pengamanan Nataru.
Baca juga : Pengamanan Nataru 2022, Polda Sulteng Turunkan 3.516 Personel
Hadir dalam pelaksanaan rakor, selain pejabat dari Polda Sulteng, juga dari unsur forkopimda Sulteng, para kepala OPD Sulteng, pimpinan Jasa Raharja, ketua MUI Sulteng, ketua Sinode dan Pastor Paroki Gereja Katolik Palu, serta Kapolres jajaran.
Kapolda Sulteng dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakapolda Brigjen Pol. Hery Santoso, SIK, MH mengatakan, Rakor ini sebagai wujud komitmen bersama dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polda Sulawesi Tengah,
“Pengamanan ibadah Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 harus kita laksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab,” pesan Hery.
Demikian juga pengamanan dan pelayanan arus mudik masyarakat serta arus balik harus dimaksimalkan sehingga masyarakat merasa terlindungi, terayomi dan terlayani dengan baik.
Secara umum lanjutnya, Covid-19 dapat ditangani bersama dan semoga dapat segera selesai, sehingga dapat menjadi awal kebangkitan di tahun 2023.
Selain itu masih kata Hery, di akhir tahun ini beberapa kebutuhan pokok akan mengalami kenaikan harga. Hal ini harus diantisipasi dengan baik sehingga masyarakat bisa merayakan tutup tahun 2022 dan memasuki tahun baru 2023 dengan aman, lancar dan juga segala kebutuhan dapat terpenuhi dengan harga yang terjangkau. (teraskabar)






