Banggai, Teraskabar.id– Sebanyak 300 jiwa warga di Desa Pohi, Kecamatan Luwuk Timur, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng), Selasa sore (30/8/2022), terpaksa mengungsi ke daratan lebih tinggi akibat banjir dengan ketinggian sekitar 1 meter di Desa Pohi.
Data Subdit Penanganan Korban Bencana Alam menyebutkan 100 rumah terdampak akibat terendam banjir.
Baca juga: 30 Rumah Terendam Banjir di Desa Olaya Parimo Akibat Tanggul Sungai Jebol
Adapun kondisi terkini, Rabu (31/8/2022), banjir sudah surut di Desa Pohi.
Namun demikian, jaringan listrik masih terputus sehingga pada malam hari belum ada penerangan listrik.
Begitupula distribusi air bersih masih minim karena jaringan pipa PDAM terputus akibat diterjang arus banjir.
Baca juga: 3.600 Unit Huntap Belum Terbangun bagi Korban Bencana Pasigala di Palu
Sementara itu laporan Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng, menyebutkan sebanyak 500 jiwa terdampak dan perpaksa mengungsi ke daratan lebih tinggi akibat banjir dengan ketinggian sekitar 1 meter di Desa Pohi.
Dari data Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng, menyebutkan banjir diakibatkan oleh luapan sungai Pohi di sore itu.
Baca juga: 600 Jiwa Terdampak Banjir di Lingkar Tambang Bahodopi Morowali
“Hujan deras dari gunung sejak pukul 14.00 WITA mengakibagkan meluapnya sungai Pohi pukul 17.00 dengan ketinggian air lebih kurang 1 meter,” tulis laporan BPBD Sulteng.
Dalam laporan BPBD Sulteng terakhir juga disebutkan, selain dari luapan sungai Pohi, banjir juga diakibatkan oleh luapan dari sungai di Desa Indang Sari.
Baca juga: Gubernur Sulteng ke Lokasi Banjir Bandang Torue Besok
“Berselang 40 menit pukul 17.40, terjadi banjir kiriman dari sungai Desa Indang Sari,” bunyi surat edaran.
Akibatnya, 500 jiwa harus mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dan membutuhkan logistik PB. (teraskabar)








