Minggu, 25 Januari 2026
Home, News  

47 Hafidz 30 Juz Diwisuda, Wali Kota: Ponpes Hikmatus Sunnah Palu Perantara Turunnya Berkah Alquran

47 Hafidz 30 Juz Diwisuda, Wali Kota: Ponpes Hikmatus Sunnah Palu Perantara Turunnya Berkah Alquran
Wisuda Akbar II Hafidz Qur'an 30 Juz Ma'had Hikmatus Sunnah Palu, Ahad (15/06/2025), di Masjid Agung Baiturrahim Kota Palu. Foto: Jufri/Kominfo Palu

Palu, Teraskabar.id– Mengundang berkah Alquran turun dari langit bisa ditempuh dengan berbagai cara, salah satunya melahirkan penghafal (Hafidz) Alquran dan langkah ini dilakukan oleh Pondok Pesantren (Ponpes) atau Ma’had Hikmatus Sunnah Palu.

Ponpes ini mewisuda 47 orang penghafal Alquran, terdiri dari 31 pria dan 16 perempuan dirangkaikan  dengan Dauroh Ilmiyah bertema “Menguatkan Hati Menyatukan Ummat” oleh Asy Syaikh Dr. Abdurrahman bin Muhammad Ar-Ra’wi selaku Doktor Qiro’ah Sab’ah Universitas Al-Qur’an dan Ilmu Syariat Sudan.

“Penghargaan tinggi saya sampaikan kepada para orang tua, para guru, serta keluarga besar Pondok Pesantren Hikmatus Sunnah yang telah menjadi perantara turunnya keberkahan Alquran di Kota Palu,” kata Asisten bidang Administrasi Umum Setda Kota Palu, Imran Lataha, SE.,M.Si mewakili wali kota saat menghadiri acara Wisuda Akbar II Hafidz Qur’an 30 Juz Ma’had Hikmatus Sunnah Palu, Ahad (15/06/2025), di Masjid Agung Baiturrahim Kota Palu.

Ia mengapresiasi sekaligus mengakui, bahwa proses untuk bisa mencapai hafalan 30 Juz Alquran adalah hal luar biasa, hasil dari kesungguhan, ketekunan, dan perjuangan panjang yang tentunya tidak mudah.

Asisten mengatakan tema kegiatan pada hari ini, “Menguatkan Hati, Menyatukan Ummat”, adalah seruan yang sangat relevan bagi umat Islam di tengah tantangan zaman yang terus berubah.

Menurut asisten, di saat dunia dipenuhi oleh perpecahan, ketidakpastian, dan krisis moral, Alquran hadir sebagai tali pengikat yang menenangkan hati dan menyatukan langkah-langkah umat.

Olehnya, kehadiran As-Syaikh Dr. Abdurrahman bin Muhammad dari Yaman, tentu menjadi berkah besar yang menambah nilai spiritual dan keilmuan dari kegiatan ini.

“Beliau bukan hanya ahli Qira’ah Sab’ah, tetapi juga simbol dari hubungan keilmuan lintas negara, yang menunjukkan bahwa umat Islam adalah satu tubuh, satu hati, dan satu cita,” ungkap asisten.

  Ketua KPU Tolitoli Bantah Tolak Berkas Bapaslon Gunardi - Hamzah

Asisten berharap, para hafidz dan hafidzah yang diwisuda hari ini dapat menjadi pelita-pelita cahaya Alquran di tengah masyarakat.

Bukan hanya sekadar penghafal, tetapi juga pengamal dan penyebar nilai-nilai Qurani dalam kehidupan sosial.

Asisten menyatakan, Pemerintah Kota Palu akan terus mendukung program-program pendidikan berbasis keagamaan yang membentuk karakter mulia, spiritual yang kuat, dan akhlak yang Qur’ani.

“Mari kita jaga dan rawat semangat kebersamaan umat, serta tanamkan nilai Alquran dalam keluarga, lingkungan, dan pemerintahan. Karena dari hati yang kuat dan umat yang bersatu, akan lahir kota yang damai, sejahtera, dan diberkahi oleh Allah SWT,” ajak asisten. (red/teraskabar)