Selasa, 13 Januari 2026

Polemik Pelantikan Novalina Niswadewa, Kemendagri Tunggu Pemberitahuan Resmi Gubernur Sulteng

Polemik Pelantikan Novalina Niswadewa, Kemendagri Tunggu Pemberitahuan Resmi Gubernur Sulteng
Gubernur Sulteng Rusdy Mastura berbincang dengan Kabag Protokol Adpim Setdaprov Sulteng terkait penolan pelantikan Sekdaprov terpilih. Foto: Biro Adpim Setdaprov

Jakarta, Teraskabar.id  – Santer diberitakan jika Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) H. Rusdy Mastura menolak untuk melantik Novalina Wiswadewa sebagai Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov).

Bahkan, di hadapan sejumlah pejabat eselon II dan III yang hadir pada kegiatan penyerahan bantuan sarana alat produksi perikanan, Rabu (14/12/2022), di halaman kantor Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulteng, Gubernur Rusdy Mastura kembali menegaskan sikapnya menolak pelantikan Novalina sebagai Sekdaprov. Ia malah menyebut bahwa pada proses penetapan calon Sekdaprov, ada indikasi permainan.

Menyikapi hal itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Benny Irawan mengaku masih menunggu pemberitahuan secara resmi dari pihak Gubernur Rusdy Mastura.

Baca jugaNovalina Ditetapkan Jadi Sekdaprov, Gubernur Sulteng Minta Ditinjau Ulang

“Kemendagri pada prinsipnya belum menerima pemberitahuan secara resmi dari Pemerintah Daerah  Provinsi Sulawesi Tengah terkait  penolakan Gubernur atas keputusan hasil seleksi jabatan pimpinan tinggi madya (Sekdaprov) di Sulteng. Informasi baru diperoleh dari teman-teman media,” kata Benny melalui keterangan tertulisnya, Jumat (16/12/2022), sebagaimana dikutip dari Suara.com.

Benny kemudian menjelaskan kalau seluruh proses penetapan Sekdaprov Sulteng sudah dijalani sesuai dengan mekanisme. Sehingga, untuk saat ini tinggal menunggu pelantikan oleh gubernur setempat sesuai dengan surat keputusan Presiden (SK) Nomor 146/TPA tahun 2022 yang ditetapkan pada 1 Desember 2022.

Adapun penetapan Sekdaprov Sulteng itu untuk mengisi kekosongan jabatan yang saat ini diisi Pj Sekdaprov. Penetapan tersebut menurutnya, sudah melalui seluruh mekanisme administratif mulai dari tahapan lelang terbuka jabatan dan seleksi oleh panitia hingga menghasilkan tiga nama yang direkomendasikan ke pemerintah pusat untuk dipilih.

  Isu Perang Bintang Menyeruak di Tubuh Polri Usai Pengakuan Setoran Miliaran Rupiah