Palu, Teraskabar.id –Arifin Sunusi mendaftar bakal calon (Bacalon) anggota DPD daerah pemilihan (Dapil) Sulawesi Tengah ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulteng, Rabu (10/5/2023).
Mantan anggota DPRD Kota Palu ini mendaftar ke KPU di hari ke-10 sejak tahapan pendaftaran Bacalon anggota DPD RI dibuka oleh KPU. Arifin Sanusi merupakan pendaftar ke delapan sebagai bakal calon anggota DPD Dapil Sulteng.
Baca juga : Atha Mahmud: Nasdem Harus Tempatkan Bupati Verna Sosok Malahayati
Usai proses pendaftaran dan seluruh persyaratan sebagai Bacalon anggota DPD RI dinyatakan lengkap oleh KPU Sulteng, Arifin Sanusi di hadapan sejumlah awak media menjelaskan alasan dirinya maju sebagai Bacalon senator Dapil Sulteng.
Menurutnya, jika masyarakat Sulteng memberi kepercayaan kepada dirinya menjadi anggota DPD pada Pemilu legislatif 2024, kebudayaan menjadi salah satu sektor prioritas yang akan diperjuangkan di tingkat pusat. Sehingga, bisa terwujud pembangunan sektor kebudayaan yang berkemajuan.
Mengapa sektor ini menjadi salah satu skala prioritasnya. Arifin beralasan, Sulawesi Tengah memiliki ragam adat dan budaya yang begitu potensial untuk digarap pengembangannya melalui pembangunan sektor kebudayaan yang berkemajuan. Sebab, Sulteng sendiri memiliki adat, tradisi dan budaya yang sangat kuat.
Baca juga : Pemda Alami Degradasi Kepercayaan Publik Bila Jual Beli Jabatan Dibiarkan
Potensi ini lanjut Arifin, perlu pengelolaan yang baik oleh pemerintah. “Sulawesi Tengah memiliki adat, budaya dan tradisi yang sangat kuat. Oleh karena itu Senator harus menyuarakan semua potensi yang ada di daerah,” ujarnya.
Sekaitan basis massa suara pada Pemilu legislatif 2024, Arifin Sanusi mengaku sebarannya merata di 13 kabupaten/kota, utamanya dari kelompok milenial.
Arifin pada kesempatan tersebut mengecam praktik money politik dalam pesta demokrasi. Karena hal tersebut tidak memberikan pendidikan positif kepada masyarakat.
“Saya menolak money politik karena tidak membina dan membuat hal yang positif kepada masyarakat. Saya rasa masyarakat Sulteng sudah cerdas. Mereka paham bagaimana memberikan suaranya tanpa adanya praktik politik uang,” ujarnya. (teraskabar)






