Selasa, 27 Januari 2026
Ekbis  

Pengurus KDEKS Sulteng Dikukuhkan, Wapres: Sistem Ekonomi Keuangannya Bersifat Inklusif

Pengurus KDEKS Sulteng Dikukuhkan, Wapres: Sistem Ekonomi Keuangannya Bersifat Inklusif
Plt. Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Taufik Hidayat secara resmi mengukuhkan kepengurusan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah  (KDEKS) Sulawesi Tengah, Selasa (3/10/2023), di ruang Polibu kantor gubernur Sulteng. Foto: Biro Adpim Setdaprov

Palu, Teraskabar.id – Plt. Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Taufik Hidayat secara resmi mengukuhkan kepengurusan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah  (KDEKS) Sulawesi Tengah, Selasa (3/10/2023), di ruang Polibu kantor gubernur Sulteng.

Pengukuhan KDEKS berdasarkan keputusan Gubernur Sulawesi Tengah nomor : 500/365/RO.EKON-G.ST/2023.

Baca jugaInspektorat Segera Periksa 99 Desa di Parimo yang Bermasalah Keuangannya

Adapun susunan pengurus yang dikukuhkan ;

Ketua, Gubernur Sulawesi Tengah

Wakil ketua, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah

Sekretaris, Sekdaprov Sulteng

Wakil Sekretaris, Asisten pemerintahan dan Kesra, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Asisten Administrasi Umum

Anggota terdiri dari, kakanwil Kemenag, kepala kantor perwakilan BI, Ketua MUI, Kadin, kepala Bappeda, Kadis Pariwisata, Kadis koperasi dan UKM.

Kepala Sekretariat, Karo Perekonomian Sulteng.

Baca juga: Telkomsel Hadirkan Layanan Inklusif Ramah Disabilitas bagi Teman Tuli di 19 GraPARI

Wakil Presiden RI, Prof. Dr (HC) K.H. Ma’ruf Amin dalam arahannya menjelaskan, KDEKS merupakan sistem ekonomi keuangan bersifat inklusif.  Artinya, bisa digunakan siapa saja meskipun non muslim. Sementara bagi yang beragama Islam sifatnya wajib. “KDEKS telah terbentuk di 22 provinsi,” kata Wapres Ma’ruf Amin.

Lebih lanjut Wapres menjelaskan empat hal penting dalam KDEKS ;

Pertama,  pengembangan industri halal.

Kedua, Pengembangan industri keuangan

Ketiga, Dana sosial syariah dan

Keempat, Pengembangan industri syariah.

Baca jugaOJK Sulteng Edukasi Warga Sigi Keuangan Syariah

Menurutnya, Sulawesi Tengah akan menjadi calon provinsi yang kaya raya. Syaratnya, datangkan investor dan perbaiki SDM.

“Lakukan penguatan infrastruktur pendukung, susun program terukur, pastikan keberlanjutan KDEKS dan masukkan dalam program RPJMD,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Tengah H. Rusdy Mastura dalam sambutan selamat datangnya, menyampaikan, ekonomi dan keuangan syariah memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan karena didukung jumlah penduduk muslim yang besar.

  Fun Run Negeri 1000 Megalit Persiapan PON XXI, Gubernur Sulteng: Kita Menargetkan 10 Medali Emas

Potensi lainnya di bidang agribisnis, tambang, pariwisata, maritim dan industri halal yang berkembang dengan pesat.

Baca jugaFakultas Syariah UIN Datokarama Palu Hadirkan Guru Besar Unhas Bahas Kurikulum Baru

“Kami ucapkan selamat datang bapak Wakil Presiden beserta rombongan di negeri seribu Megalit. Terima kasih dan apresiasi atas pengukuhan KDEKS Sulteng, semoga dapat menunjukkan kinerja dan kapasitasnya dalam mendorong perkembangan ekonomi dan keuangan syariah serta bersinergi dengan seluruh komponen daerah dalam membangun perekonomian,” ujarnya.

Hadir pada kesempatan itu Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar, Pejabat Tinggi Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi, Plt. Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah, Ketua DPRD Sulteng, Forkopimda Sulteng, Kepala Sekretariat Wakil Presiden, Sekdaprov Sulteng, Asisten, Pimpinan OPD, Ketua FKUB serta pejabat terkait lainnya. (teraskabar)