Parimo, Teraskabar.id – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) menggelar rapat koordinasi hasil verifikasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan pemutakhiran data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim atau P3KE.
Kegiatan ini dilaksanakan untuk menyatukan presepsi soal data agar penyaluran Bansos ke masyarakat dapat tepat sasaran.
Rakor berlangsung di Markas Komando (Mako) Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial Parigi Moutong, Kamis (30/11/2023).
Baca juga: 14 Nelayan Banggai Terima Bantuan Mesin Katinting
Pengelola data Dinas Sosial Kabupaten Parigi Moutong, Ayub Ansyari mengatakan, kegiatan ini sebelumnya telah dilaksanakan pada bulan Juni sampai Agustus 2023.
“Ini hasilnya yang kami dapatkan. Kemudian implementasinya langsung ke bantuan sosial. Dan kami menitikberatkan pada layanan kesehatan,” kata Ayub Ansyari ditemui usai Rakor, Kamis (30/11/2023).
Kata dia, dalam kegiatan Rakor ini pihaknya melibatkan semua elemen atau pendamping sosial yang betugas di lapangan, seperti sumber daya manusia program keluarga harapan (SDM PKH), dan tenaga kesejahteraan sosial kecamatan atau TKSK, serta operator.
“Mereka ini merupakan pelaku pergerakan data ditingkat Desa dan Kelurahan di wilayah Kabupaten Parigi Moutong,” ujarnya.
Baca juga: DPT Dianggap Sumber Masalah Setiap Pemilu, Ini Jawaban KPU Sulteng
Selain itu, pihaknya juga menghadirkan organisasi perangkat daerah atau OPD teknis, yakni Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan, Dinas Kesehatan, dan Bappelitbangda.
“Bappelitbangda kami hadirkan selaku bagian dari perencanaan di daerah,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan Rakor dilaksanakan bertujuan agar data penerima bantuan sosial (Bansos) valid serta adanya perubahan mindset masyarakat terkait Bansos tersebut.
Baca juga: DPT Dianggap Sumber Masalah Setiap Pemilu, Ini Jawaban KPU Sulteng
Dengan dilaksanakanya Rakor hasil verifikasi data ini, diharapkan dapat menyatukan presepsi, agar bantuan sosial yang disalurkan nanti bisa tepat sasaran.
“Jadi inilah harapan kita, dan setelah data ini kita perbaiki, implementasinya langsung ke Bansos,” ujarnya. (teraskabar)







