Selasa, 13 Januari 2026
Daerah  

Ketua Pekhat Sulteng Soroti Kecelakaan Kerja di PT. ITSS IMIP

Ketua Pekhat Sulteng Soroti Kecelakaan Kerja di PT ITSS IMIP
Ketua Pekhat Sulteng, Rusli. Foto: Istimewa

Morowali, Teraskabar – Sejak berdirinya PT Indonesia Morowali Industrial Park (PT. IMIP) di Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng), semua pihak mengetahui bahwa dalam temuan-temuan instansi pemerintah maupun organisasi masyarakat sipil, operasi dari korporasi yang bergerak di sektor nikel di kawasan IMIP patut diduga tidak memiliki standar kesehatan keselamatan kerja (K3) yang memadai.  Sehingga, kerap terjadi insiden kecelakan kerja dalam beberapa tahun tetakhir.

“Apalagi insiden kecelakaan yang terjadi pukul 06.00 Ahad, 24 Desember 2024 tersebut mengakibatkan korban jiwa,”  kata Rusli,  ketua Pekhat atau Perjuangan Advokasi Pertambangan dan Perkebunan melalui keterangan tertulis yang diterima media ini.

Baca jugaKorban Tewas Bertambah Satu Orang, Tim PT IMIP Identifikasi Penyebab Kecelakaan Kerja di Pabrik PT ITSS

Selain itu, menurut Rusli, perusahaan harus melaksanakan peraturan perundang-undangan baik secara nasional maupun rekomendasi secara internasional untuk dapat menjamin hak-hak para pekerja.

Makanya, Pekhat mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk melakukan evaluasi secara mendalam guna mencegah adanya peristiwa di kemudian hari terjadi kembali.

Baca jugaLedakan Tungku PT ITSS di Kawasan IMIP Morowali, 7 TKI dan 5 TKA Tewas, 38 Luka-Luka

“Lakukan evaluasi terkait dengan sistem keselamatan dan kesehatan kerja pada setiap perusahaan di Indonesia, termasuk yang menjadi perhatian khusus di daerah Kabupaten Morowali dan Morowali Utara,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, tungku smelter PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (PT. ITSS) di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (PT IMIP) Bahodopi, Kabupaten Morowali, dilaporkan meledak hari ini, Ahad (24/12/2023).

Baca juga: Tungku PT ITSS di Kawasan PT IMIP Morowali Meledak, Belasan Karyawan Dilaporkan Tewas

  Wagub Sulteng Dipindahkan dari Ruang ICCU, Besok ke Jakarta Pengobatan Lanjut

Berdasarkan informasi yang diterima media ini, sebagaimana dikutip dari kesaksian karyawan pero silicone PT ITSS, pada pukul 5.30 Wita, karyawan pero silicone PT ITSS sedang melakukan perbaikan tungku dan melakukan pemasangan plat pada bagian tungku tersebut. Hal ini menurut saksi, diduga penyebab insiden ledakan sehingga membuat beberapa tabung oksigen di sekitaran area juga ikut meledak. (teraskabar)