Palu, Teraskabar.id – Program semua bisa kerja merupakan terobosan dari visi misi gerak cepat Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di bawah duet kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur, Rusdy Mastura – Ma’mun Amir.
Program ini bertujuan membuka akses dan penciptaan lapangan kerja baru di masyarakat guna mengurangi tingkat kemiskinan dan pengangguran terbuka.
Mekanisme implementasinya adalah, dengan mendorong partisipasi angkatan kerja melalui pendidikan vokasi guna mencetak tenaga kerja siap pakai yang terampil dan sesuai dengan spesifikasi kerja yang dibutuhkan pasar industri.
Baca juga: Gubernur Sulteng: Saya Tidak Mau Lagi BLK Salon, BLK Menjahit
“Dengan masuknya investasi, bertumbuhnya industry dan kebijakan hilirisasi telah menjadi benang merah bagi meluasnya kesempatan bekerja di masyarakat. Antara lain dengan rekrutmen tenaga kerja yang massif dari berbagai Perusahaan yang berinvestasi di Sulawesi Tengah,” kata Gubernur Sulteng Rusdy Mastura diwakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulteng Yudiawati Vidiana W, SKM., M. Kes pada pembukaan Seminar Wajah Pendidikan Vokasi di Sulawesi Tengah, Kamis (25/1/2024) di aula Gedung Disdik Sulteng Jalan Setia Budi Kota Palu.
Olehnya, Gubernur Sulteng mengapresiasi seminar yang digagas Presiden Direktur Lembaga Pengembangan Pendidikan Sulawesi Tengah (LP2ST), Andi Aril Pattalau, sebagai langkah awal yang sangat penting dalam rangka memajukan Pendidikan Vokasi di Negeri Seribu Megalit Provinsi Sulawesi Tengah.
“Saya pandang strategis sebagai langkah awal untuk menyambut peluang-peluang ini terkait pelaksanaan seminar vokasi ini,” katanya.
Gubernur berharap, hasil-hasil diskusi dan rekomendasi yang digali dari seminar Wajah Pendidikan Vokasi ini akan menjadi acuan bagi perangkat daerah dan stakeholder untuk bekerjasama dalam mengoptimalkan lingkungan pendidikan vokasi yang adaptif dan responsive terhadap tuntutan dunia pekerjaan, guna mempersiapkan generasi emas Sulteng untuk masa depan yang lebih cerah dan penuh peluang.
Baca juga: Fakultas Syariah UIN Palu Sukses Gelar Seminar Internasional
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina LP2ST, Dr. Hi. Muhamad Ali, S.Pd, M.M mengatakan, suatu kebanggaan bagi Lembaga Pengembangan Pendidikan Sulawesi Tengah (LP2ST) bisa menyelenggarakan seminar pendidikan regional ini.
“Seminar Wajah Pendidikan Vokasi Sulawesi Tengah ini sebagai bentuk sumbangsih kami sebagai organisasi non pemerintah dalam memberikan kontribusi pemikiran bagi pendidikan di Sulawesi Tengah,” kata mantan Kepsek SMAN 6 Palu dan Kepsek SMAN 2 Palu itu.
Alumni S3 Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang ini menjelaskan, seminar pendidikan dengan tema “ Wajah Pendidikan Vokasi di Sulawesi Tengah “, sengaja diambil sebagai pemantik kita semua dalam memikirkan bagaimana cita – cita besar Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura dalam mendorong pendidikan menengah dan pendidikan tinggi di Sulawesi Tengah bisa menjadi kontributor terbesar terhadap angkatan kerja muda di provinsi ini.
Menurutnya, Sulawesi Tengah saat ini menjadi daerah industri terutama di belahan timur provinsi ini. Dan, sudah menjadi rahasia umum banyak angkatan kerja muda putra daerah yang belum bisa mengakses secara proporsional di dalam industri – industri pertambangan di Morowali, Morowali Utara dan Banggai.
Baca juga: Gubernur Sulteng Gagas Pemberian Jaminan Sosial kepada Pekerja Miskin
“Kami juga mendukung kampanye bapak gubernur sulawesi tengah yang beberapa tahun lalu mencanangkan program “ semua bisa kerja “. Artinya bapak gubernur sudah memimpikan bahwa pertumbuhan Sulawesi Tengah yang banyak memberikan kontribusi di sektor pertambangan akan dikelolah oleh anak – anak muda Sulawesi Tengah yang memiliki kompetensi di dunia kerja, sehingga bisa bersaing dengan angkatan kerja dari daerah lain,” ujarnya.
Seminar pendidikan ini tambahnya, adalah bagian dari upaya LP2ST untuk kembali mencoba bagaimana semua elemen Masyarakat, mulai dari para akademisi, praktisi dan pemerhati pendidikan di Sulawesi Tengah untuk kembali memikirkan jalan terbaik bagi masa depan daerah ini, untuk anak cucu kita kedepan. Agar pendidikan yang mereka lalui mempunyai masa depan dalam dunia kerja yang serba kompetitif dan serba kompetensi.
Tiga narasumber pada seminar yang digagas Andi Aril Pattalau yang juga kepala Sekretariat Tenaga Ahli Gubernur Sulteng, yaitu Kadis Pendidikan Provinsi Sulteng dengan judul Grand Desain Penguatan Pendidikan Vokasi di Sulteng, Kadis Tenaga Kerja Transmigrasi Provinsi Sulteng dengan judul Peran dan Tantangan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Tenaga Kerja Lokal Sulteng di Era Industri Modern, serta Ketua DPD Astekindo Sulteng dengan judul Peluang dan Hambatan Tenaga Kerja Lokal di Sulteng di Era Sertifikasi Kompetensi Pekerja. (teraskabar)






